Grace to You Resources
Grace to You - Resource

Seperti yang Anda ketahui, kita sedang mempelajari 1 Timotius, tetapi saya ragu untuk kembali ke 1 Timotius dalam dua hari Minggu yang akan datang sampai semua jemaat kita kembali. Banyak dari mereka yang bepergian selama musim liburan ini. Jadi, saya menunda masuk ke pasal 2, yang merupakan pasal yang penting, setidaknya selama dua minggu, bukan hanya karena masalah penjadwalan tetapi juga karena alasan lainnya. Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran saya selama sebulan terakhir ini dan itu seperti bara di hati saya dan saya butuh untuk memakai beberapa hari Tuhan hanya untuk berbagi beban ini dengan Anda.

Jadi, pagi ini dan pada pagi hari Tuhan berikutnya, saya ingin berbicara kepada Anda tentang topik, kecukupan Alkitab. Kecukupan Alkitab. Saya benar-benar percaya bahwa ini adalah topik yang sangat penting. Bahkan, saya berharap bahwa setelah pesan-pesan ini saya sampaikan dan Anda mendengarnya, Anda akan mengambil rekamannya, karena saya pikir ini adalah hal-hal yang ingin Anda rujuk berulang kali dan Anda dapat berikan kepada orang lain. Saya tidak akan memberi tahu Anda perspektif saya tentang beberapa hal ini. Saya tidak akan mencoba membahas kecukupan Alkitab dari sudut pandang filosofis atau pengalaman, tetapi apa yang ingin saya lakukan adalah mengajak kita bersama-sama melihat Firman Tuhan dan melihat apa yang dikatakannya tentang kecukupannya itu sendiri. Dan sebagai gereja dan sebagai orang-orang yang hidupnya dibangun di atas dasar Firman Tuhan, ini adalah sebuah studi yang sangat, sangat penting.

Nah, ada sesuatu yang khusus yang membangkitkan minat saya dalam studi ini, dan jika boleh, saya ingin membicarakan hal itu untuk beberapa saat ke depan. Saya percaya ada strategi yang kuat, meresap, dan agak halus yang sedang berkembang saat ini di antara mereka yang menyebut diri mereka "Kristen Evangelikal." Hal ini didalangi oleh si musuh besar, Iblis, dan sayangnya diterima oleh banyak orang di gereja-gereja evangelikal. Strategi kuat dan halus ini, pada dasarnya, adalah serangan terhadap kecukupan Firman Tuhan. Nah, di setiap waktu dan musim hidup, Firman Tuhan memang selalu diserang. Dan kita harus cukup berhati-hati, waspada, dan siap siaga untuk mengetahui bagaimana Firman Tuhan akan diserang.

Saya percaya, saat ini, serangan terhadap Firman Tuhan terutama datang dari mereka yang menyangkal kecukupannya untuk segala hal yang berkaitan dengan iman dan perilaku. Salah satu pernyataan besar dalam teologi, dalam teologi evangelikal tradisional, adalah bahwa Firman Tuhan cukup untuk segala hal yang berkaitan dengan iman dan perilaku. Hal itulah yang sedang diserang saat ini. Izinkan saya menjelaskan secara singkat apa yang saya maksud dengan hal itu dengan memakai beberapa ilustrasi dari berbagai sudut pandang.

Pertama-tama, dalam beberapa tahun terakhir di gereja, telah tumbuh di antara para pemimpin gereja, suatu kecenderungan besar terhadap apa yang dapat saya sebut sebagai "teknik manajemen duniawi". Dengan banyaknya buku yang ditulis tentang perusahaan-perusahaan yang sukses dan gaya manajemen serta kepemimpinan yang sukses dan sebagainya, gereja mulai mendengarkan dengan seksama, lalu mengejar hal-hal tersebut seolah-olah hal-hal tersebut merupakan kehidupan gereja yang sebenarnya. Ada banyak orang yang tunduk kepada “dewa-dewa teknik manajemen duniawi.”

Gereja-gereja mulai mempelajari metode-metode tersebut seolah-olah itu adalah kunci untuk membangun kerajaan Allah. Dan dengan cara yang sangat halus, hal ini menjadi serangan terhadap kecukupan Alkitab, yang seolah-olah mau berkata, "Mengetahui Firman Tuhan dan memahami prinsip-prinsip-Nya serta prinsip-prinsip yang diajarkan di dalamnya terkait dengan pertumbuhan gereja tidaklah cukup, dan kita harus menggunakan teknik manajemen serta sistem kesuksesan yang digunakan oleh dunia dalam lingkungan korporat dan mentransfernya ke gereja jika kita ingin gereja benar-benar tumbuh dan berkembang." Saya percaya ini adalah serangan halus terhadap kecukupan wahyu Allah dalam hal pertumbuhan dan perkembangan gereja.

Yang kedua, sudut pandang lain yang baru-baru ini mengkhawatirkan saya adalah banyaknya orang yang merasa bahwa Firman Tuhan saja tidaklah cukup sebagai makanan rohani bagi orang-orang kudus di gereja, sehingga harus ada hiburan tertentu yang menyertainya. Gereja-gereja menghabiskan banyak uang untuk menghibur orang-orang. Karena kegemaran kita terhadap hiburan di dalam masyarakat kita, maka kita telah mengembangkan semacam daftar selebritas Kristiani. Kita begitu mendalami perihal hiburan ini, yang pada akhirnya menghabiskan banyak uang gereja miliaran dan miliaran rupiah dari uang Tuhan di saat Anda memasukkan hiburan televisi Kristiani.

Dan ini, dalam arti tertentu, adalah suatu kelonggaran bagi orang-orang yang tidak percaya bahwa pengajaran, studi, pembelajaran, dan penerapan Firman Tuhan adalah makanan rohani yang cukup menarik. Faktanya, banyak orang yang tampaknya cukup bosan dengan hal-hal yang diungkapkan mengenai Tuhan dalam Alkitab dan benar-benar membutuhkan hiburan. Dan dalam hal ini, saya percaya, ada serangan terhadap kecukupan Firman Tuhan untuk membawa ke dalam kehidupan orang percaya, segala yang diperlukan, bukan hanya untuk pertempuran rohani, tetapi juga untuk kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup.

Area lain yang sangat saya sesali adalah area yang, saya kira, bisa kita sebut, mistisisme, atau okultisme. Jika Anda perhatikan dengan saksama, Saya percaya pada evangelisme,— dan Anda akan mendengar lebih banyak tentang ini pada Selasa malam nanti saat Anda mendengar dari Dave Hunt. Namun, saya yakin jika Anda memperhatikan evangelisme saat ini, Anda akan menemukan di banyak tempat orang-orang menjadi terobsesi dengan okultisme. Mereka tidak berpikir bahwa itu adalah okultisme, tetapi sebenarnya itu adalah okultisme. Mereka menjangkau dunia medium dan roh-roh jahat, bahkan iblis sendiri, karena mereka mencari kekuatan supranatural, pengalaman supranatural, dan pengalaman ekstatis.

Mereka mencari mukjizat-mukjizat, tanda-tanda, dan keajaiban-keajaiban. Bahkan sekarang ada sekolah yang mengajarkan kursus tentang tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban. Ada orang yang mengatakan bahwa kita tidak akan pernah bisa menjangkau dunia dengan Injil kecuali kita dapat membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang sakit, memanggil api dari surga, dan melakukan segala macam hal supranatural.

Baru-baru ini, Peter Wagner berkata dalam Konvensi Asosiasi Sekolah Alkitab Amerika, “Injil yang sederhana tidak lagi memadai tanpa adanya tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban.” Menurut dia, kita tidak dapat menjangkau dunia hanya dengan Firman Tuhan. Kita harus mengadakan tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban. Dan dia berbicara, bersama dengan banyak orang lainnya, tentang hal menemukan sumber kekuatan dan menggali kekuatan supranatural untuk melakukan mukjizat-mukjizat dan menciptakan tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban ini.

Ada orang-orang yang saat ini menganjurkan mantra-mantra Kristiani, yang bentuknya semacam suatu lantunan. Lalu ada orang-orang yang menawarkan beberapa formula untuk mengkonfrontasi Iblis, formula untuk menghadapi Iblis, lalu ada bentuk pengakuan positif dan teknik visualisasi di mana Anda dapat memvisualisasikan sesuatu sebagai suatu kenyataan. Mungkin saja itu adalah kesembuhan Anda, mobil baru Anda atau gadis yang Anda inginkan, rumah yang baru, atau mungkin untuk menjangkau kelompok tertentu bagi Kristus, atau mengembangkan suatu pelayanan, dan Anda masuk ke dalam suatu teknik visualisasi yang menghipnotis diri Anda sendiri.

Hal-hal semacam ini semuanya adalah bentuk okultisme. Hal-hal tersebut dipraktikkan untuk mendapatkan kekuatan ilahi, tetapi kekuatan yang mereka peroleh adalah kekuatan dari sang musuh. Bahkan, hal ini dapat disebut sebagai "ilmu agama baru." Kini kita telah mengembangkan ilmu pikiran yang bersifat evangelikal. Banyak orang yang masuk ke dalam pemikiran Timur dan Hindu dengan berpikir bahwa mereka akan mampu menguasai kekuatan dunia Timur jika mereka dapat menempatkan diri mereka dalam paradigma pemikiran mereka.

Ada yang terobsesi dengan mistisisme ini. Kekuatan psikis itu dipupuk. Orang-orang mengklaim otoritas atas iblis, otoritas atas roh jahat, otoritas atas penyakit. Mereka berkeliling atas nama kekuatan psikis yang memerintah bukan hanya Iblis dan pasukannya, tetapi juga penyakit, gangguan kesehatan, keadaan yang negatif, dan hal-hal lainnya.

Lebih lanjut, kategori lain di mana kita melihat penolakan terhadap keyakinan akan cukupnya nilai Alkitabiah adalah dalam hal pernikahan dan keluarga. Ada masanya ketika kita percaya bahwa Alkitab memberi kita wawasan yang memadai tentang pernikahan dan keluarga; bahwa jika kita mempelajari Firman Tuhan, kita akan mampu menjalani kehidupan dalam keluarga dengan baik, bahwa pernikahan dapat menjadi hal yang Tuhan inginkan jika dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip Alkitabiah.

Keluarga dapat menjadi hal yang Tuhan inginkan jika dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip Alkitabiah, tetapi sekarang ada banyak sekali trik dan gimmick serta teknik seks dan banyak hal lain yang ditambahkan ke dalam Firman Tuhan demi mencoba mengatasi masalah keluarga. Dan dengan cara yang tersirat dan halus, mereka berkomentar bahwa Alkitab tidak cukup atau tidak memadai. Dulu kita dapat menerima apa yang dikatakan Alkitab dalam bidang sosiologi, baik itu tentang homoseksualitas atau peran seorang wanita.

Sekarang kita mendengar bahwa Alkitab kurang mumpuni dan tidak dapat mengomentari isu-isu sosiologi kontemporer ini karena kurangnya kedalamannya. Jadi ada kekurangan dalam kemampuan Alkitab untuk menangani fenomena sosiologi kontemporer. Hal ini terjadi secara menyeluruh di gereja, khususnya di area homoseksualitas gereja liberal, di gereja yang lebih evangelikal dalam mendefinisikan ulang peran wanita yang menjauh dari ajaran Alkitab tradisional.

Tapi, mungkin, yang dominan atau lebih dominan daripada tema-tema ini adalah bidang psikologi. Bidang psikologi saat ini sedang membuat terobosan yang sungguh menakutkan ke dalam gereja. Bahkan, di dalam gereja evangelikal, ada sesuatu yang dengan cepat menjadi sebuah eksodus besar-besaran dari wilayah tradisional teologi biblika kepada psikologi dan psikoterapi yang dianggap sebagai tanah perjanjian yang baru. Gereja-gereja yang pernah dan selalu mempekerjakan pendeta, penginjil, dan guru, sekarang justru mempekerjakan para psikolog.

Para pendeta yang dulunya pergi ke seminari, mempelajari Firman Tuhan atau pergi ke sekolah Alkitab dan menguasai Firman Tuhan, sekarang justru pergi ke sekolah psikologi untuk mempelajari hikmat manusia dalam menghadapi masalah-masalah manusia. Sekali lagi saya melihat kalau hal ini adalah cara halus untuk mengatakan bahwa Alkitab tidak cukup. Jadi ketika kita berhadapan dengan kecemasan emosional manusia yang mendalam, kita tidak dapat mengharapkan Alkitab untuk berbicara dengan cara yang mumpuni untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Seminari-seminari mengubah kurikulum mereka secara drastis. Untuk pertama kalinya dalam sejarah gereja, seminari-seminari mempekerjakan psikolog dan psikiater sebagai staf mereka untuk mengajar. Mereka mengajar psikologi, mereka menambah lebih banyak kursus psikologi di banyak tempat, dan mengurangi konten Alkitab dalam kurikulum mereka. Perguruan tinggi pun melakukan hal yang sama. Gereja-gereja pun melakukannya. Ini adalah eksodus besar-besaran.

Dan pada jenis mistisisme yang semakin berkembang ini serta perhatian terhadap kekuatan supernatural, ilmu pikiran, teknik visualisasi, hipnosis, dan semua hal tentang citra diri ini, datanglah psikologi. Dan secara bersama, hal itu menciptakan Tuhan yang baru bagi gereja. Dan saya bisa melihat kembali pada gugatan kita sendiri di mana kita benar-benar diejek karena dianggap begitu primitif dengan menganggap bahwa Alkitab bisa membantu orang-orang yang menghadapi masalah yang berat.

Dunia telah mengatakan bahwa Alkitab tidak dapat membantu dan sekarang, dengan sangat disayangkan, gereja pun ikut bergema dan setuju bahwa Alkitab tidak memadai untuk menangani masalah psikologis. Bahkan, saya berani mengatakan bahwa saat ini banyak orang yang menganjurkan keselamatan psikologis sebagai pengganti kelahiran baru. Tidak ada yang lebih dari sekadar humanisme pseudo-evangelikal. Kecenderungan terhadap harga diri, cinta diri, pemenuhan diri, dan aktualisasi diri yang dibawa psikologi ke dalam gereja, yang tidak memiliki padanan dalam Alkitab.

Dan untuk memperjelas, gereja mau tidak mau, pada akhirnya menerima hal-hal ini dan, pada kenyataannya, dunia seringkali lebih mudah mengakui kesalahan dari hal-hal ini daripada kita. Misalnya, di Los Angeles Times pada tanggal 18 bulan ini, Anda mungkin membaca artikel menarik tentang konvensi psikiater, psikoanalis, dan psikolog yang baru-baru ini diadakan di Phoenix, Arizona, suatu konvensi terbesar. Dan tujuh ribu orang tampaknya hadir.

Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia, para psikoanalis, psikolog, dan psikiater terkemuka di dunia berkumpul - orang-orang seperti Carl Rogers, Albert Ellis, R.D. Laing, Bruno Bettelheim, Joseph Wolpe, dan Thomas Szasz. Mereka adalah nama-nama paling terkenal di dunia dalam hal teknik dan metode psikoterapi. Mereka semua hadir di sana. Dan artikelnya sungguh luar biasa.

Misalnya, disebutkan, "Para pahlawan ada di sana untuk mengevaluasi sejauh mana psikoterapi telah berkembang dalam seratus tahun dan ke mana arah perkembangannya." Namun, mereka tidak dapat sepakat tentang keduanya. Laing, salah satu tokoh terkenal, yang dikenal karena karyanya tentang skizofrenia, berkata, " Dia tidak bisa memikirkan wawasan dasar tentang hubungan antar manusia yang dihasilkan dari seratus tahun psikoterapi.” Dia tidak bisa memikirkan satupun?

Tujuh ribu praktisi dan mahasiswa psikoterapis, psikiater, dan pekerja sosial yang menghadiri berbagai sesi tidak gentar menghadapi perdebatan dan perbedaan pendapat. Memperoleh tanda tangan merupakan prioritas bagi banyak orang. Salah satu psikoanalis terkemuka ini berkata, "Terapi terbaik yang pernah ia temukan untuk mengatasi kecemasannya adalah dengan menyanyikan sebuah lagu." Dan yang menyedihkan dari itu adalah gereja telah menerima hal itu seolah-olah itu adalah penyelamat umat manusia. Pemenang hadiah Nobel, Richard Feynman, berkata, "Psikoanalisis bukanlah sebuah ilmu."

Apa maksudnya dengan itu? Maksudnya adalah bahwa tidak ada aturan yang mengaturnya; itu semua hanya pendapat manusia. Profesor Universitas New York, Paul Vitz, mengkritik Kekristenan, dan mengkritik gereja Kristen karena kecenderungannya melakukan apa yang disebutnya "membeli dengan harga tinggi dan menjual dengan harga rendah" dalam kaitannya dengan ilmu sosial. Dia berkata, "Gereja sangat ingin mengadopsi tren pemikiran populer tepat pada saat para profesional sekuler mulai mengkritiknya." Bahkan, dia mengatakannya seperti ini, "Ini adalah masalah ikut-ikutan tren tepat pada saat tren itu mulai melambat."

Kita cenderung melakukannya, yaitu terjun ke dalam gerakan-gerakan yang hampir mati karena gerakan-gerakan itu telah terbukti gagal bahkan bagi orang-orang di dunia yang memulainya. Namun di sini kita melihat di gereja Kristen kontemporer kita, bahwa hal-hal ini membuat terobosan yang luar biasa. Saya benar-benar kagum dengan terobosan mistisisme, ilmu pikiran, okultisme, psikologi, dan hal-hal lain ini ke dalam gereja, perguruan tinggi, lingkungan seminari dan meremehkan teologi alkitabiah dan kecukupan alkitabiah.

Nah, semua ini, menurut saya, bukanlah masalah yang kecil. Saya percaya ini adalah pandangan yang serius dan berdosa terhadap Firman Tuhan. Saya percaya bahwa gereja berdosa jika menganggap Alkitab tidak memadai. J.I. Packer, dalam buku kecilnya tentang Firman Tuhan, menunjukkan inti masalah ini dalam sebuah paragraf yang mengatakan demikian, “Kepastian tentang masalah besar iman dan perilaku Kristen tidak ada sama sekali. Pengamat luar melihat kita seperti orang mabuk yang terus-menerus terhuyung-huyung dari gimmick ke gimmick dan aksi ke aksi, sama sekali tidak tahu di mana kita berada atau ke mana kita harus pergi. Khotbah menjadi kabur. Pikiran menjadi terganggu, hati menjadi gelisah, keraguan menguras kekuatan, dan ketidakpastian melumpuhkan tindakan. Tidak seperti orang Kristen abad pertama, yang dalam tiga abad menaklukkan dunia Romawi, dan orang Kristen yang kemudian yang memelopori Reformasi dan kebangkitan Puritan serta kebangkitan evangelis dan gerakan misionaris besar abad lalu, kita tidak memiliki kepastian.” Dan alasan kita kurang yakin adalah karena kita memiliki pandangan yang berdosa terhadap Alkitab. Kita tampaknya tidak lagi percaya bahwa Alkitab cukup untuk kehidupan dan perilaku gereja. Itu adalah dosa, dosa yang sangat besar jika kita menyangkal kecukupan Firman Tuhan.

Sekarang bagaimana kita dapat menjawabnya? Bagaimana kita dapat menghadapinya? Dan saya dapat meluangkan waktu beberapa jam lagi untuk menjelaskan masalahnya kepada Anda, tetapi saya ingin membahas solusinya. Anda akan mendengar lebih banyak tentang masalah ini pada Selasa malam. Tetapi dapatkah kita membuka Alkitab dan menemukan di dalamnya apa yang cukup untuk seluruh kehidupan dan perilaku kita?

Jawabannya, saya yakin, adalah ya. Dan buktinya adalah kesaksian dari otoritas terbesar di alam semesta, yang tidak lain adalah Tuhan sendiri. Dan apa yang saya ingin Anda lihat hari ini dan pada hari Tuhan berikutnya adalah kesaksian Tuhan sendiri tentang kecukupan Firman Tuhan. Nah, sekarang kita akan fokus pada satu ayat tunggal pada hari Tuhan berikutnya, yaitu Mazmur 19. Tapi... dan saya rasa itu adalah ayat tunggal terbesar tentang kecukupan Alkitab di seluruh Alkitab. Tetapi pagi ini, saya ingin kita melihat banyak ayat yang akan memperkuat pemahaman kita tentang kebenaran penting ini.

Sekarang, saya akan memberikan banyak ayat Alkitab. Saya tidak mengharapkan Anda untuk mencarinya. Namun, ini sangat, sangat penting dan sangat mendasar, jadi saya ingin Anda setidaknya menuliskannya dan pastikan Anda mendapatkan rekamannya sehingga Anda memilikinya untuk referensi di masa mendatang. Namun, jangan mencoba mengikuti saya untuk mencari semua ayatnya. Anda mungkin akan tersesat. Saya akan memberi tahu Anda bagian-bagian yang penting untuk dibaca.

Tempat yang baik untuk memulai, yang memberi kita gambaran umum tentang apa yang akan kita bahas adalah dalam surat kedua Paulus kepada jemaat Korintus. Dan saya ingin menyebutkan satu ayat kepada Anda dan mengutipnya, lalu saya ingin mengomentarinya. 2 Korintus 3:5, 2 Korintus 3:5, dengarkan apa yang dikatakannya. Sangat singkat, jadi dengarkan baik-baik: "Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah." Apakah Anda mendengarnya? "Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah." Sekarang, kita bisa berkhotbah panjang lebar hanya dari pernyataan itu.

Kesanggupan atau kecukupan kita bukan dari manusia. Kesanggupan kita bukan dari hikmat manusia. Kesanggupan kita bukan dari sumber daya manusia. Kesanggupan kita berasal dari Tuhan. Itulah kesanggupan kita. Apa artinya itu? Itu berarti kemampuan kita untuk menjalani hidup dalam rencana Tuhan secara maksimal berasal dari-Nya. Dengan kata lain, kita, karena kita adalah orang Kristen, kita hidup dalam lingkungan di mana sumber daya untuk hidup kita bersifat ilahi. Oke? Itu bersifat ilahi.

Kita hidup di suatu lingkungan, di suatu strata, di tingkat yang tidak dapat dijangkau oleh hikmat manusia, yang tidak dapat disediakan oleh hikmat manusia. Nah, saya ingin Anda memahami apa yang saya katakan pagi ini: saya tidak mengatakan bahwa tidak ada hal di luar Alkitab yang memiliki nilai. Ada banyak hal yang memiliki nilai. Kasih karunia umum Allah, yaitu kasih karunia Allah yang diberikan kepada semua manusia, akan menciptakan hal-hal tertentu di lingkungan manusia kita yang sangat membantu.

Tetapi jika menyangkut masalah kehidupan rohani, semua yang perlu kita ketahui telah diungkapkan dalam Firman Allah yang hidup dan diberikan kepada kita oleh Roh melalui Firman itu. Dan di luar Firman Tuhan, kita tidak perlu mencari kecukupan yang tidak disediakan dalam Firman Tuhan. Itulah dosanya. Bukan berarti tidak ada hal di dunia ini yang tidak bermanfaat. Ada banyak hal yang bermanfaat di dunia ini. Tetapi hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan rohani, perilaku, dan pelayanan ada dalam Firman Allah yang hidup dan itu sudah cukup. Itu sudah cukup.

Kesanggupan kita sebagai orang percaya berasal dari Tuhan. Jadi kita tidak berkata, “Wah, ini masalah yang tidak dapat kita tangani. Oh, ini, Anda punya masalah rohani yang tidak dibahas oleh Alkitab, sebaiknya Anda … sebaiknya Anda mencari sumber kekuatan di luar sana, Anda lebih baik terlibat dalam aktualisasi diri atau visualisasi atau psikoterapi atau psikoanalisis.” Atau, “Wah, kita tidak bisa menangani yang satu ini.” Jika itu masalah rohani, jika itu berkaitan dengan kehidupan orang percaya, jika itu berkaitan dengan kehidupan gereja, jika itu berkaitan dengan jiwa manusia, pergumulan manusia, hal-hal yang ada dalam hidupnya yang mendatangkan kesulitan, maka Alkitab dapat menangani hal-hal itu dan Alkitab memang melakukannya. Itu sudah cukup.

Ayat lain dalam 2 Korintus ada di pasal 9. Sebenarnya, ayat itu merupakan bagian dari dua ayat, ayat 8 dan 10. 2 Korintus 9:8 mengatakan... sekarang dengarkan ini. Dengarkan baik-baik apa yang saya katakan, dan saya ingin Anda menandai dalam pikiran Anda kalimat superlatifnya, kata-kata superlatifnya. Malah, mengapa Anda tidak membuka Alkitab Anda di 2 Korintus 9:8 sehingga Anda dapat menggarisbawahinya.

Perhatikan kata-kata superlatifnya di sini. 2 Korintus 9:8, “Lagipula, Allah – ” dan di sana lagi adalah kecukupan kita. Allah adalah kecukupan kita; Dia adalah sumber kita – “Allah sanggup – ” tidak ada batasan pada kemampuan-Nya – “melimpahkan segala anugerah – ” nah, ada kata superlatif pertama, segala anugerah. Bukan hanya sebagian anugerah, bukan hanya sebagian besar anugerah tetapi segala anugerah.

“Allah sanggup melimpahkan segala anugerah.” Ada kata superlatif lain disitu, kata lain yang berbicara tentang kemurahan yang luar biasa. “Allah sanggup melimpahkan segala anugerah kepada kamu, supaya kamu – ” lalu ada kata superlatif lainnya yaitu – “senantiasa – ” bukan kadang-kadang, bukan sebagian besar waktu tetapi sepanjang waktu – “senantiasa berkecukupan” - itulah kata superlatif lainnya – “senantiasa berkecukupan” - bukan dalam beberapa hal, beberapa perkara, atau sebagian besar hal, tetapi dalam apa? – “di dalam segala sesuatu.”

Maksud saya, itu adalah pernyataan yang sungguh luar biasa. Dan siapa pun yang berkeliling sambil berkata, "Anda tahu, Injil yang sederhana saja tidak cukup. Firman Tuhan tidak cukup. Saya harus memiliki ini, filosofi ini, hikmat manusia ini dan pendekatan ini," tidak mengerti bahwa itu adalah dosa terhadap klaim Tuhan sendiri yang mampu membuat segala anugerah berlimpah bagi Anda sehingga Anda selalu memiliki segala kecukupan dalam segala hal, dan sekali lagi ada kata superlatif lainnya, Anda akan berkelebihan di dalam berbagai perbuatan baik, atau untuk semua pekerjaan baik. Sifat superlatif yang benar-benar tidak terbatas.

Dan kemudian ayat 11 menambahkan, “diperkaya dalam segala macam kemurahan hati – ” di sini muncul lagi – “segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah.” Kata-kata superlatif di sini mengejutkan, benar-benar mengejutkan. Sekarang, ketika seseorang datang dan berkata “Alkitab saja tidak cukup.” Atau “Wah, ini adalah masalah yang tidak dapat ditangani oleh Alkitab.” Atau “Alkitab tidak dapat masuk ke dalam budaya itu. Sebaliknya kita harus memiliki semacam kekuatan supranatural.” Atau “Wah, Alkitab tidak cukup memadai.” Atau ketika seseorang berkata, "Yah, kita tidak punya jawaban dalam Kekristenan untuk masalah-masalah yang lebih dalam seperti itu," maka kita menentang kesaksian Tuhan dalam ayat ini. Tuhan kita sanggup menyediakan sumber daya untuk semua kebutuhan kita. Kecukupan kita dimulai dengan Tuhan dan Tuhan itu sudah cukup.

Nah, mari kita perluas pemahaman kita tentang gagasan dasar bahwa Tuhan itu cukup dan bahwa sumber daya kita harus berasal dari-Nya. Saya percaya bahwa sumber daya yang Tuhan berikan kepada kita datang melalui Roh Tuhan dan Firman Tuhan. Dan fokus hari ini adalah pada Firman Tuhan. Dan mari kita dengarkan beberapa kesaksian Alkitab selagi kita mempertimbangkan pemikiran ini. Pertama-tama—dan dengarkan baik-baik dan catat ayat-ayatnya sehingga Anda bisa merujuknya nanti — ketika Tuhan Yesus berbicara tentang pengudusan total seorang percaya, yaitu kekudusan penuh seorang percaya, pemisahan penuh dari dosa, Dia berkata demikian kepada Bapa-Nya dalam Yohanes 17:17.

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran.” Kata “kuduskanlah” berarti “dikuduskan dari dosa, disucikan, dan dipisahkan bagi Tuhan.” Kata ini mengandung gagasan yang digenapi tentang kesempurnaan rohani, kelengkapan rohani, yang seharusnya kita miliki di dalam Kristus. Dan Ia berkata, “Ya Tuhan, sucikanlah mereka, kuduskanlah mereka, pisahkan mereka dari dosa untuk-Mu dan lakukan itu dengan kebenaran-Mu.” Kemudian Dia berkata di ayat yang sama, “Firman-Mu itulah kebenaran.” Maka dengan jelas kita menyimpulkan bahwa kekudusan penuh orang percaya adalah hasil karya Firman Tuhan. Itu adalah pekerjaan Firman Tuhan.

Jadi, bukan Firman Tuhan ditambah dengan sesuatu yang lain, itu adalah ajaran sesat. Itulah yang telah dikatakan oleh ajaran sesat selama bertahun-tahun. Anda membutuhkan Firman Tuhan ditambah Mary Baker Eddy, Ilmu Pengetahuan, Kesehatan dan Kunci kepada Alkitab. Anda membutuhkan Firman Tuhan ditambah penglihatan Joseph Smith dan tulisan-tulisan Brigham Young, dan seterusnya, dan seterusnya. Anda membutuhkan Firman Tuhan ditambah dekrit gereja, dan seterusnya dan seterusnya selama bertahun-tahun Gereja Katolik Roma. Anda membutuhkan Alkitab ditambah tulisan-tulisan orang ini atau orang itu. Anda membutuhkan Alkitab ditambah hikmat dan filsafat manusia. Itu adalah hal yang sudah lama ada, yang menyerang kecukupan Alkitab. Namun, Tuhan Yesus berkata, “Jadikanlah mereka sempurna dan murni dengan kebenaran-Mu. Firman-Mu adalah kebenaran. Firman-Mu itulah kebenaran.” Kekudusan penuh dari seorang percaya adalah pekerjaan Firman Tuhan.

Dengarkan kesaksian nabi Mikha. Nabi Mikha, dalam pasal 2 ayat 7, berbicara tentang pekerjaan Firman Tuhan dalam kehidupan orang kudus. Dan dia mengatakan pernyataan yang sangat, sangat penting ini. "Bukankah firman-Ku mendatangkan kebaikan kepada orang yang hidup tidak bercela?" Dengan kata lain, Tuhan berbicara melalui nabi itu dan berkata, "Bukankah benar bahwa ketika kamu hidup dalam ketaatan, Firman-Ku menghasilkan kebaikan dalam hidupmu?" Atau “berkat dalam hidupmu” adalah cara lain untuk mengatakannya.

Intinya adalah bahwa Firman Tuhan adalah sumber dari kebaikan hidup. Firman Tuhan adalah sumber manfaat bagi orang percaya yang taat, yang hidup dengan benar. Firman Tuhan membawa semua kebaikan yang dapat Tuhan berikan kepada kita saat kita berjalan dalam ketaatan kepada Firman itu. Ketika Paulus menulis kepada jemaat di Korintus—dan kita telah melihat sebelumnya pada surat kedua. Surat pertama juga memiliki pasal yang sangat penting untuk tema ini, dan itu adalah pasal kedua.

Ketika Paulus menulis kepada jemaat di Korintus, ia menulis kepada mereka bahwa Roh Tuhanlah yang menyatakan ajaran Tuhan kepada mereka. Dan ia menggambarkannya dengan cara ini dalam 1 Korintus 2:13. Dia berkata, “'Karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang rohani, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.” Luar biasa. Hikmat Tuhan datang kepada kita bukan melalui sumber-sumber manusia. Kecukupan kita berasal dari Tuhan. Tuhan memberikan hikmat-Nya kepada kita melalui Roh Tuhan, menyatakan ajaran-Nya dalam Firman Tuhan dan itu adalah hikmat, bukan dalam perkataan yang diajarkan manusia, tetapi yang diajarkan oleh Roh Kudus.

Bahkan, saking komprehensifnya, begitu efektifnya, begitu lengkapnya, dia berkata dalam ayat 15, bahwa melalui Firman Tuhan oleh Roh Kudus, kita dapat menilai atau mengevaluasi segala sesuatu. Ini adalah pernyataan yang sangat komprehensif.Kita dapat menilai, mengevaluasi, memahami, dan mengerti segala sesuatu berdasarkan pengetahuan Firman Tuhan. 'Karena –' ia berkata – Firman Tuhan yang diwahyukan dalam ayat 16, pernyataan yang luar biasa – 'memberikan kita –' dengarkan ini – 'pikiran Kristus.' Apakah Anda paham itu? Pikiran Kristus. Nah, apakah ada ketidakcukupan dalam pikiran Kristus? Apakah Kristus terbatas? Apakah Dia tahu beberapa hal tetapi juga belajar dari beberapa orang? Tidak sama sekali."

Pikiran Kristus adalah pikiran Tuhan yang sempurna. Pikiran Kristus adalah maha tahu. Pikiran Kristus adalah yang tertinggi. Pikiran Kristus tidak mengenal ketidakcukupan. Paulus berkata bahwa kita memiliki firman dari Tuhan, sebuah firman yang bukan diajarkan dengan cara yang manusia ajarkan, tetapi diajarkan oleh Roh Tuhan. Firman dari Tuhan itu memungkinkan kita untuk menilai, mengevaluasi, mengukur, memahami, mengerti, dan merenungkan segala sesuatu. Mengapa? Karena itu membawa kepada kita pikiran Kristus. Dan dengarkan saya, saudara yang terkasih, pikiran Kristus adalah pikiran yang cukup.

Apakah ada kecukupan yang lebih besar daripada pikiran Kristus? Tidak, tidak ada. Yang kita butuhkan untuk bisa mengerti adalah pikiran Tuhan tentang setiap masalah, setiap kebutuhan, dan setiap persoalan. Yang kita butuhkan untuk dipahami adalah bagaimana Tuhan melihatnya, bagaimana Tuhan memikirkannya, apa yang Tuhan katakan tentang itu, dan itu sudah cukup bagi kita. Dalam Markus 12:24, Tuhan Yesus menegaskan sesuatu yang sangat penting. Dengan cara yang agak terselubung, Tuhan Yesus mengatakan bahwa untuk mengetahui Alkitab adalah untuk mengalami – berikut kutipannya – "kuasa Tuhan." Tuhan Yesus mengatakan bahwa untuk mengetahui Firman Tuhan adalah dengan mengalami kuasa Tuhan.

Sekarang dengarkan. Orang-orang berkata mereka menginginkan kuasa, dan mereka berkata kita tidak bisa begitu saja membagikan Alkitab. Alkitab tidak memiliki kekuatan yang cukup. Kita harus melakukan tanda-tanda dan keajaiban. Mereka berkata kita tidak bisa begitu saja berharap untuk menjalankan isi Alkitab. Kita harus memiliki kekuatan supernatural tertentu atas setan, kekuatan atas iblis, kekuatan atas penyakit, kekuatan atas ini, dan kita harus mengikat ini dan mengikat itu, memanggil ini dan memanggil itu, dan menuntut ini dan menuntut itu, seolah-olah dengan pikiran seperti ini kita mengendalikan lingkungan kita. Namun, Alkitab mengatakan bahwa untuk mengetahui Firman Tuhan adalah dengan mengalami kuasa Tuhan.

Ketika Tuhan Yesus menghadapi iblis, ketika iblis datang untuk mencobai Tuhan Yesus di atas gunung dan iblis mencobai-Nya, apa yang Dia lakukan? Bagaimana Tuhan Yesus menangatasi Iblis? Apakah Dia berkata, "Aku mengikatmu, Aku menghukummu, Aku menghardikmu ke liang kubur"? Apakah Dia memberi iblis formula semacam itu? Bagaimana cara Dia menghadapi iblis? Sangat sederhana, Dia menghadapinya dalam tiga godaan yang berbeda dan dalam setiap godaan, apa yang Dia lakukan?

Dia berkata, "Ada tertulis." Itulah formulanya. Kuasa Tuhan dinyatakan dalam Firman Tuhan dan ketika ketiga godaan itu berakhir, Alkitab mengatakan iblis meninggalkan-Nya dan para malaikat datang dan melayani. Kuasa itu tidak terletak pada pengendalian pikiran yang mistis - kuasa itu ada dalam Firman Tuhan. Ketika Anda mengucapkan Firman Tuhan, ketika Anda hidup menurut Firman Tuhan, ketika Anda percaya kepada Firman Tuhan, maka di sana ada kecukupan. Kuasa Tuhan untuk menangani segala kebutuhan datang dari Firman Tuhan yang diberdayakan dalam diri orang percaya oleh Roh Kudus.

Sekarang coba pikirkan tentang ayat lain yang sudah tidak asing lagi, yang membahas tentang masalah yang sama, dan ini terdapat dalam Kitab Ibrani. Bagian yang sangat familiar, Ibrani 4:12. Izinkan saya mengingatkan Anda tentang apa yang tertulis di sana. “Sebab firman Allah hidup dan kuat – ” atau aktif – “dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun.” Berbicara tentang senjata, saya akan memberi tahu Anda bahwa senjata terhebat yang pernah ada adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan lebih tajam daripada senjata lainnya. Itulah yang dikatakan si penulis.

Tidak ada senjata seperti Firman Tuhan, tidak ada. " ia menusuk sangat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh." Dengan kata lain, Firman Tuhan menembus jauh ke dalam hati, jiwa, dan sifat seseorang, tidak hanya mampu menjangkau sampai memisahkan jiwa dan roh, tetapi juga “sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup menilai pikiran dan niat hati kita.”

Orang-orang berkata, "Wah, itu masalah yang sangat serius. Sebaiknya Anda pergi ke psikoterapi. Wah, itu masalah yang sangat serius, sebaiknya Anda pergi ke orang yang punya pelayanan untuk mengikat iblis dan mengeluarkan iblis-iblis itu dari dirimu. Wah, itu masalah yang sangat serius, itu terlalu berat bagi kami. Sebaiknya kami mengirimmu ke suatu klinik di suatu tempat. Sebaiknya kamu pindah ke lingkungan yang berbeda karena kami tidak bisa mengatasinya."

Dengarkan. Firman Tuhan itu hidup, aktif, penuh kuasa, dan lebih tajam daripada senjata apa pun. Dan Firman Tuhan akan menembus lebih dalam dan lebih tajam serta lebih benar daripada apa pun yang ada untuk mengungkapkan pikiran dan niat terdalam hati manusia, sehingga ayat 13 berkata, "Segala sesuatu telanjang dan terbuka." Firman Tuhan akan melakukan apa yang tidak akan pernah dilakukan oleh psikoanalisis. Firman Tuhan membuka jiwa. Firman Tuhan menembus. Firman Tuhan menghancurkan hati. Firman Tuhan menyingkapkan. Firman Tuhan cukup untuk menembus bagian terdalam dari jiwa seseorang.

Dan saya tidak setuju dengan mereka yang mengingkari Firman Tuhan, yang diberikan oleh Tuhan, yaitu kuasa untuk menembus lebih dalam daripada apa pun. Saya percaya bahwa mengatakan Alkitab, Firman Tuhan yang hidup, tidak dapat menangani suatu masalah adalah dosa terhadap Tuhan. Apakah ada yang lebih memadai daripada pikiran Kristus dan Firman Tuhan yang hidup?

Yesus juga berkata, dan ini dalam Lukas 11:28, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” Lukas 11:28. Nah, apa yang Dia mau katakan? Apa yang Dia mau katakan adalah, semua kecukupan rohani terikat pada mendengar dan menaati Firman Tuhan, mendengar dan menaati Firman Tuhan. Apa arti kata “berbahagia”? Nah, saya rasa kita sering menganggap kata "berbahagia" itu sebagai semacam sensasi kecil, kegembiraan sesaat. Konsep "berbahagia" berarti keadaan hidup yang penuh kebahagiaan, keadaan hidup yang penuh sukacita.

Itulah hidup yang penuh kedamaian dan sukacita, hidup yang bermakna dan bernilai, hidup yang penuh harapan dan kepuasan, hidup yang penuh kebahagiaan. Hidup yang penuh, bahagia, dan penuh makna adalah milik mereka yang mendengar Firman Tuhan dan menaatinya. Dan, sahabat terkasih, itulah kesaksian dari bibir Tuhan Yesus. Ketaatan kepada Firman Tuhan adalah pintu menuju kecukupan. Ketaatan adalah pintu menuju hidup yang penuh kebahagiaan. Itulah jawabannya.

Beberapa minggu terakhir, saya berkesempatan berbicara dua kali dengan seorang wanita, sekali secara langsung, sekali lewat telepon. Dia menderita penyakit yang kritis. Dia hampir meninggal, dan dia adalah wanita yang sangat baik dan berharga. Dia mengatakan kepada saya, "Saya benar-benar hidup dalam ketakutan. Saya sangat takut." Saya berkata, "Mengapa Anda merasa takut?" Dia berkata, "Saya takut tidak akan masuk surga." Saya berkata, "Tetapi Anda percaya Injil, kan?" "Ya."

“Anda pun telah menyerahkan hidup Anda kepada Kristus?” “Ya.” “Dan keinginan terdalam Anda adalah untuk menaati-Nya?” “Ya.” “Dan Anda mengasihi-Nya?” “Ya.” “Lalu, apa yang Anda takutkan?” Dia menjawab, “Ketika saya pertama kali terkena penyakit ini, saya mengutuk Tuhan dan saya takut Dia tidak dapat mengampuni saya dan Dia tidak akan mengampuni saya, dan saya akan masuk neraka atas apa yang saya lakukan. Saya melakukan hal yang sangat, sangat buruk. Saya berbicara kepada Tuhan dan saya menggunakan kata-kata yang kasar.” Nah, apa yang akan Anda katakan kepada orang seperti itu yang berada di ambang kematian? Maksud saya, kematiannya mungkin hanya tinggal beberapa hari lagi. Apakah Anda akan berkata, “Wah, itu masalah yang sangat dalam, Anda perlu analisis.” Atau, “Lebih baik Anda mengikat setan keraguan. Jadi saya harus mendapatkan formulanya supaya Anda dapat melakukannya.” Atau “Lebih baik Anda memvisualisasikan diri Anda di surga … tinggal bayangkan saja.” Nah, itulah yang dianjurkan saat ini dan kita tertawa mendengarnya tetapi itu adalah hal yang cukup serius bagi sebagian orang.

Anda tahu apa yang Anda bisa katakan kepada seseorang seperti itu? Pertama saya berkata, “Izinkan saya mengutip satu bagian dari Alkitab. Bahkan jika Anda melakukan hal itu, bahwa Anda mengutuk Tuhan. Ada seseorang pernah yang mengutuk Tuhan bahkan lebih dari yang Anda lakukan. Namanya adalah rasul Paulus yang merupakan seorang penghujat.” Dan saya mengutipnya dari 1 Timotius 1:12 dan selanjutnya, bagaimana Paulus berkata bahwa Tuhan menganggapnya setia, dan telah menempatkannya dalam pelayanan dimana sebelumnya dia adalah seorang penghujat dan penganiaya. Dan dia berkata bahwa “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, ‘Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.’”

Dan saya menunjukkan kepadanya bahwa alasan Paulus memberikan kesaksian sebagai orang yang paling berdosa adalah agar dia dapat menjadi contoh bagi seluruh dunia bahwa jika Tuhan bisa menyelamatkan orang yang paling berdosa, Dia pun bisa menyelamatkan semua orang yang dosanya lebih rendah dari itu. Dan saya berkata, "Tuhan telah menyelamatkan penghujat terburuk di muka bumi yang melawan Yesus Kristus sendiri, yang menganiaya dan membunuh orang-orang kudus-Nya yang terkasih dan jika Dia dapat mengampuninya, Dia dapat mengampuni Anda."

Ada harapan besar dalam suaranya. Dan kemudian, pada kesempatan sebelumnya, saya telah membahas bagian-bagian Firman Tuhan yang berbicara tentang pengampunan penuh yang menjadi milik orang percaya. Anda lihat, jawaban bagi seseorang yang berada dalam kecemasan semacam itu adalah dengan membukakan bagi mereka Firman Tuhan yang hidup, yang mereka percayai dan yang ketika dibaca dan didengar, akan dikuatkan dalam diri mereka oleh Roh Tuhan yang hidup. Tidak ada kekurangan di sana. Dan bahkan bagi seseorang yang berada di ambang kematian, akan ada kehidupan yang penuh kebahagiaan jika ada keyakinan dalam Firman Tuhan yang hidup.

Yakobus juga memberikan kesaksian tentang kecukupan Firman Tuhan. Yakobus berkata, "Orang yang menaati Firman Tuhan," dan dia menyebutnya, saya suka ini, "hukum yang sempurna." Apa yang dimaksud dengan "sempurna"? Apa kata lain untuk "sempurna"? Lengkap. Hukum yang lengkap. Apakah Fimran Tuhan tidak lengkap? Apakah Alkitab tidak lengkap? Jelas lengkap. Bahkan, di bagian akhir Alkitab dikatakan, " Jika seseorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini."

Alkitab adalah hukum yang lengkap. Yakobus 1:25, “hukum yang sempurna.” Suatu pemikiran yang indah. Ia menyebutnya “hukum utama” di pasal kedua. Hukum yang sempurna. Dan dia berkata, “Siapa yang meneliti hukum yang sempurna – ” Yakobus 1:25 – “ia akan berbahagia.” Sekali lagi, kebahagiaan, kepuasan, pemenuhan hidup, semua yang berkaitan dengan kehidupan dan perilaku orang percaya terkandung di dalam Firman Tuhan. Kecukupan rohani kita datang dari Tuhan, dilayani dari Firman Tuhan oleh Roh Tuhan ke dalam hati orang percaya.

Dengarkan kesaksian Lukas saat menulis Kitab Kisah Para Rasul. Lukas mengidentifikasi orang-orang Kristen yang paling terhormat di Yunani. Mereka tinggal di sebuah kota kecil bernama Berea. Dan inilah yang dikatakannya, “Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika – ” Kisah Para Rasul 17:11 – “karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci.” Sungguh suatu pernyataan yang luar biasa.

Kemuliaan rohani adalah milik mereka yang menerima Firman Tuhan dengan kesiapan hati. Apa artinya itu? Dengan sikap menerima, dengan iman, dan dengan antusiasme. Mereka menerima Firman Tuhan dan mereka menyelidiki Kitab Suci setiap hari. Saudara terkasih, kunci untuk hidup yang memadai bukanlah Firman Tuhan ditambah dengan banyak hal, melainkan Firman Tuhan yang dikejar dengan kesiapan dan kegairahan dan diselidiki setiap hari dalam hidup seseorang. Firman Tuhan itu menjadi makanan sehari-hari, makanan sehari-hari.

Dan saya rasa kita tidak menjalani kehidupan rohani yang seperti itu sama sekali. Kita sendiri yang membuat diri kita terlibat masalah. Kita menganggap masalah-masalah itu berada di luar jangkauan dan kemampuan Firman Tuhan karena kita sebenarnya tidak serius dalam menerapkan Firman Tuhan setiap hari. Spiritualitas yang mulia terkait dengan mempelajari Firman Tuhan setiap hari. Di situlah kekuatan datang untuk menghadapi hidup. Dan di situlah terletak kecukupan itu.

Sayangnya, orang-orang yang mencari kecukupan mereka... mengejar kecukupan mereka, bukan menemukannya, melainkan mengejarnya dalam ilmu psikologi, dalam ilmu pikiran, mistisisme, dalam pengalaman ekstatis, supranatural, dan dalam hiburan serta teknik manajemen untuk gereja - semua pengejaran itu berjalan ke arah yang salah. Dan bukannya memberikan apa yang mereka pikir mereka butuhkan dan apa yang mereka pikir akan mereka dapatkan, hal-hal itu justru memberikan kepada mereka kebalikannya, hal-hal yang sangat bertolak belakang.

Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus mengidentifikasi kunci menuju kehidupan yang bahagia. Dengarkan ini. Kunci menuju kehidupan yang bahagia, kunci menuju hati yang penuh sukacita – apakah Anda ingin memiliki hati yang penuh sukacita? Kehidupan yang bahagia? Apakah Anda ingin memiliki jiwa yang selalu bernyanyi, bernyanyi sepanjang waktu karena Anda begitu bahagia? Hubungan yang baik dengan semua orang? Pernikahan yang benar-benar kaya dan stabil? Kehidupan keluarga yang benar-benar memuaskan dan pekerjaan yang memuaskan?

Maksud saya, itu saja, saudara. Semuanya. Semuanya. Kolose 3:16 bergantung pada satu kalimat ini, "Hendaklah perkataan Kristus tinggal,” dengan apa? “dengan limpahnya di antara kamu." Itu saja. Dan dari situ mengalirlah semua hal lainnya. Kita mendapatkan semuanya lagi. Kehidupan yang bahagia, hati yang penuh sukacita, semangat yang bernyanyi, hubungan yang baik, pernikahan yang kaya dan stabil, kehidupan keluarga yang memuaskan, dan pekerjaan yang memuaskan. Semuanya terkandung dalam membiarkan Firman Kristus tinggal di dalammu dengan segala kekayaannya.

Anda berkata, "Maksud Anda hanya Alkitab yang dapat menyediakan semua itu?" Tentu saja, untuk itulah Alkitab ada. Tiket menuju kehidupan yang dipenuhi Roh adalah pikiran yang dikendalikan oleh Firman, pikiran yang dikendalikan oleh Firman yang menuntun pada kecukupan dan kecakapan. Dengarkan perkataan Petrus dalam 1 Petrus 2:2. "Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu menginginkan susu yang murni dan rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh." Pertumbuhan rohani, kedewasaan rohani, kekuatan rohani, proses pendewasaan, bergerak menuju keserupaan dengan Kristus terkait dengan kerinduan Anda akan Firman Tuhan. Anda akan bertumbuh melalui Firman Tuhan. Dan bertumbuh sebenarnya adalah mengembangkan kekuatan untuk menghadapi kesulitan. Dan itu Anda lakukan dengan memberi makan diri Anda dengan Firman Tuhan. Seorang bayi bertumbuh dengan minum susu. Dan itulah yang dikatakan Petrus. Petrus mengatakan bahwa seperti bayi menginginkan susu, dengan kegigihan yang sama, keinginan tunggal kuat yang sama—dan kita semua tahu betapa bayi menginginkan susu—begitulah seharusnya orang percaya merindukan Firman Tuhan. Ketika hati Anda mencarinya dan merindukannya setiap hari, Anda akan menemukan kekuatan rohani. Firman Tuhan menyediakan semua sumber daya rohani untuk menguatkan Anda.

Dan kemudian Petrus menambahkan hal ini dalam suratnya yang kedua, 2 Petrus 1:3, salah satu pernyataan yang luar biasa tentang topik ini dalam seluruh isi Alkitab. Dia berkata, “Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita – ” dengarkan ini – “segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh – ” Sungguh suatu pernyataan yang luar biasa. Kuasa ilahi Tuhan telah memberikan kepada kita, bukan sebagian hal, tetapi segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh. Kemudian dia berkata, “oleh pengenalan kita akan Dia yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.”

Ketika kita datang untuk mengenal Dia dan Dia dinyatakan melalui Firman-Nya, kita sedang memanfaatkan sumber daya yang memungkinkan kita untuk menghadapi apapun. Kita telah memiliki segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup yang saleh. Saudara terkasih, semua yang kita butuhkan untuk kehidupan, semua yang kita butuhkan untuk kesalehan, semua yang kita butuhkan dalam seluruh kehidupan Kristen kita ada di dalam Firman Tuhan. Lalu Anda bertanya pada diri Anda sendiri, ‘mengapa Anda selalu mengajarkan Alkitab? Mengapa kita selalu mempelajari Firman Tuhan?’ Sebab ke mana lagi kita mencari kecukupan rohani? Segala hal lainnya tidak penting. Sebab masalah yang sedang kita hadapi melalui pengenalan akan Dia, melalui pengenalan akan Dia yang memanggil kita dan menyatakan diri-Nya dalam Firman-Nya, datanglah semua yang kita butuhkan untuk hidup yang saleh. Dan saya katakan kepada Anda, saya sangat sedih ketika orang-orang mengemukakan gagasan bahwa Alkitab tidaklah cukup, dan bahwa kita harus mempelajari semua hal lainnya dan memperoleh teknik lainnya untuk memanfaatkan sumber daya yang diperlukan. Firman Tuhan yang diberdayakan oleh Roh Tuhan cukup untuk hidup yang saleh.

Nah, pernyataan Paulus dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 20 bahkan lebih langsung dan menyeluruh. Ketika ia bertemu dengan para penatua di Efesus, inilah pernyataannya yang menarik. Ia berkata kepada mereka, sambil menceritakan sedikit sejarah pelayanannya, “Sungguhpun demikian aku tidak pernah lalai melakukan apa yang berguna bagi kamu.” Aku memberimu segala sesuatu yang berguna. Dia tidak menahan apa pun. Dia telah memberikan mereka segala sesuatu yang berguna. Dan mereka sama seperti kita; mereka mengalami semua masalah yang kita alami. Mereka mengalami semua pergumulan hidup yang kita alami. Mereka memiliki semua kebutuhan rohani yang kita perlukan. Dia berkata, “Sungguhpun demikian aku tidak pernah lalai melakukan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu.” Dan apa yang dia mau katakan adalah, “Aku telah memberimu secara menyeluruh, segala sesuatu yang menguntungkan.” Itu ada di ayat 20 dari pasal 20. Kemudian di ayat 27 dia memberi tahu kita apa maksudnya. “Aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.” Tidak tertulis disitu ‘seluruh maksud Allah dan beberapa maksud manusia.’ Dia melihat dalam wahyu Tuhan, kecukupan yang total. Dan kemudian di ayat 32, dia berkata kepada mereka, “Sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman anugerah-Nya yang berkuasa membangun kamu.”

Apakah Alkitab cukup? Apakah Alkitab cukup untuk membangun kita? Apakah Alkitab cukup untuk menghadapi setiap perubahan, pergumulan, kebutuhan, dan kecemasan dalam hidup manusia? Tentu saja cukup. Dan siapa pun yang mengatakan tidak cukup, baik secara eksplisit maupun implisit, telah berdosa terhadap Tuhan, karena dia menyebut Tuhan sebagai pendusta. Dan itu bukan tindakan kecil, tetapi benar-benar tindakan pengkhianatan yang serius. Dia berkata, “Aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman anugerah-Nya yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu warisan yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.” Firman Tuhan adalah semua yang Anda butuhkan. Firman Tuhan adalah apa yang bermanfaat. Firman Tuhan akan menguatkan.

Kepada jemaat di Kolose, Paulus memberikan pernyataan yang harus kita semua ingat. Kolose 2:3. “Di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” Bukan saya yang mengatakannya, tapi Paulus. Segala sesuatu yang perlu Anda ketahui tentang hikmat dan pengetahuan, dapat Anda temukan di dalam Kristus. Jadi, tidak seorang pun orang percaya yang harus mencari di tempat lain. Dalam ayat 4 di Kolose 2, dia berkata, “Hal ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah.” Jangan biarkan dunia memperdaya Anda dengan kata-kata mereka yang memikat, “Segala harta hikmat dan pengetahuan ada di dalam Kristus.” “Dan kita—” dia berkata dalam ayat 7, “berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia.” Kita berakar di dalam Dia dan kita dibangun di atas Dia.

Hampir seperti perkataan Paulus kepada jemaat Galatia, "Kamu telah mulai dengan Roh, apakah sekarang kamu mau mengakhirinya di dalam daging?" Tidak. Anda berakar di dalam Dia dan Anda akan dibangun di atas Dia dan diteguhkan dalam iman sebagaimana yang telah diajarkan kepada Anda, yang berasal dari Firman Tuhan. Semua harta hikmat dan pengetahuan ditemukan di dalam Kristus yang dinyatakan di dalam Firman Tuhan. Dan, oleh karena itu, ia berkata dalam pasal yang sama, ayat 8, " Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, - " yaitu filsafat dan gagasan dunia - " tetapi tidak menurut Kristus, karena - " ayat 10 mengatakan - "kamu telah dipenuhi di dalam Dia.

“Di dalam Dia tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia.” Jadi, jauhilah filsafat manusia, karena filsafat tidak dapat berbicara tentang hal-hal rohani. Filsafat dapat berbicara tentang beberapa hal dan dapat membantu dalam aspek-aspek praktis kehidupan. Namun, jika menyangkut dimensi rohani dan kebutuhan hati, jiwa, dan pikiran manusia pada tingkat terdalamnya, bagi kita yang mengenal Tuhan, hanya Tuhan yang dapat menyediakan kecukupan kita melalui Firman-Nya.

Yohanes menambahkan kesaksian yang sangat kuat terhadap kesaksian Petrus, Paulus, Yakobus, Lukas, Tuhan Yesus dan yang lainnya. Dengarkan apa yang Yohanes katakan dalam 1 Yohanes 2:20. “Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus – ” dengarkan ini – “dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.” Sungguh pernyataan yang luar biasa. Apa yang dimaksud dengan “semua”? Nah, bukan semua hal yang perlu diketahui di seluruh alam semesta ini dan bahkan bukan semua hal yang perlu diketahui di seluruh dunia, tetapi semua hal yang perlu diketahui dalam kaitannya dengan kehidupan rohani Anda. Anda mengetahui semuanya. Anda tahu semua yang perlu Anda ketahui. Kok bisa? Karena “Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus.” Yang Kudus adalah Allah. Pengurapan itu adalah Roh Kudus. Anda memiliki Firman Tuhan dan Roh Tuhan, karena itu Anda mengetahui segala sesuatu. Sungguh ini adalah suatu pernyataan yang luar biasa. Lalu dalam ayat 21, dia menegaskan bahwa orang Kristen mengetahui kebenaran melalui wahyu dalam Firman Tuhan. Kemudian dalam ayat 27, dia berkata, “Karena itu, kamu tidak perlu diajar oleh orang lain.” Kita tidak membutuhkannya. Kita mengetahui segala sesuatu melalui Firman Tuhan dan Roh Tuhan.

I Tesalonika pasal 2. Saya ingin Anda membuka ayat ini, I Tesalonika 2:13. Ini adalah satu pernyataan yang kuat tentang cukupnya Firman Tuhan. Jika Anda melihat ayat 11 dari I Tesalonika 2 ini, dia berkata bahwa "Kami, seperti bapak terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu." Dengan kata lain, kami ingin engkau berperilaku dengan cara hidup yang menghormati Tuhan. Kami ingin engkau, ayat 12, "hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu." Jadi kami menguatkan dan mendorongmu.

Jadi Paulus mau berkata, "Kami hanya benar-benar ingin agar engkau mengatur hidupmu dengan baik dan menjalani hidup seperti yang seharusnya, dan memiliki semua sumber daya yang engkau butuhkan." Dan kemudian di ayat 13, "Karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia." Itu bukanlah perkataan manusia; sama sekali tidak seperti perkataan manusia. “tetapi — dan memang sungguh-sungguh demikian — sebagai firman Allah– ” Mari kita berhenti sejenak disini. Dia berkata, “Engkau menerima Firman Tuhan sebagai Firman Tuhan.” Kemudian dia menambahkan, “yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.” Firman itu bekerja. Secara harfiah, Firman itu melakukan pekerjaannya di dalam diri Anda yang percaya.

Sekarang, dengarkan saya. Ada suatu pekerjaan, yaitu pekerjaan pendewasaan, penguatan, pembangunan, suatu pekerjaan pertumbuhan, suatu pekerjaan untuk membawa Anda ke dalam keserupaan dengan Kristus. Pekerjaan itu adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh Firman Tuhan dan Roh Tuhan. Dan pekerjaan itu akan melakukan tugasnya. “Engkau telah menyerahkan dirimu,” ia memuji mereka, “kepada Firman Tuhan, bukan seolah-olah itu adalah perkataan manusia, tetapi sebagaimana Firman Tuhan yang sesungguhnya, dan pekerjaan itu sedang berlangsung di dalam dirimu. Dan pekerjaan yang dilakukannya itu cukup.”

Ayub, kesaksian Ayub, seorang kudus yang mulia. Betapa kesaksian yang dia berikan tentang Firman Tuhan dan kecukupannya sungguh menginspirasi kita. Dia adalah seorang pria yang kehilangan segalanya. Iblis datang, mengambil semuanya. Mengambil semua harta miliknya, tanahnya, hasil panennya, hewan-hewannya, membawa keluarganya dalam kematian yang mengerikan, lalu merusak kesehatannya. Ia adalah seorang pria dalam kekurangan dan melarat. Dalam pasal 23 ayat 12, dia berkata, “Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar.” Aku tidak berhenti menaati Firman-Nya. Aku tidak berhenti menaati Firman-Nya. “Aku lebih menghargai Firman dari mulut-Nya daripada makanan yang kuperlukan,” katanya. Sungguh ini pernyataan yang luar biasa. Firman Tuhan memiliki prioritas yang lebih tinggi bagiku daripada makanan.

Bagaimana dengan Anda? Orang-orang berjuang dengan segala macam masalah dalam hidup, dan mungkin itu hal yang paling mendasar adalah apa prioritas hidup Anda? Apakah Anda, seperti orang-orang Berea yang mulia, menyelidiki Kitab Suci setiap hari? Dan sama seperti Ayub, apakah lebih penting bagi Anda untuk memakan Firman Tuhan daripada makanan duniawi? Apa yang paling Anda hargai? Apakah Anda lebih menghargai kenyamanan Anda sendiri, atau menghargai Firman Tuhan? Apakah harga diri yang Anda kejar, atau penghargaan terhadap Firman Tuhan? Oh, seandainya saja orang-orang dapat kembali ke realitas yang sangat mendasar ini. Kita sering menghadapi masalah emosional karena kita lebih fokus pada diri kita sendiri daripada pada berfokus pada Firman Tuhan yang hidup. Ayub menghargai firman dari mulut Tuhan lebih penting daripada apa pun dalam hidupnya. Dan itulah mengapa dia bisa bertahan dalam apa yang dia alami, dan pada akhirnya, memberikan kemuliaan kepada Tuhan.

Saya ingin Anda melihat satu bagian Perjanjian Lama lainnya. Bukalah Alkitab Anda di Ulangan pasal 6. Dan kemudian satu bagian dari Tuhan kita, dan kita akan memberikan kata penutup dari Paulus. Dalam Ulangan 6, kita memiliki pernyataan doktrinal dasar Israel. Ayat 4, “TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu.” Itulah inti kebenaran dari semua teologi di tanah Israel dan di antara umat Tuhan. Itulah yang Tuhan ingin mereka ketahui. Tapi itu belum semuanya. Itu adalah ringkasan dari hukum Taurat. Itulah ringkasannya. Tuhan, Allah kita, adalah Tuhan yang esa, tetapi ada banyak hal lain yang juga benar tentang-Nya.

Kalimat ini merangkum semuanya. “Dan engkau harus mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, jiwamu, akal budimu dan kekuatanmu.” Itu adalah cara sederhana untuk mengungkapkan berbagai perintah yang Tuhan tetapkan. Tapi, seluruh hukumnya diringkas dan dipadatkan menjadi kalimat ini. Firman Tuhan kemudian adalah kuncinya, “Dan perkataan ini – ” katanya dalam ayat 6, hukum Tuhan, Firman Tuhan yang diwahyukan – “yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah kau taruh di dalam hatimu. Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya, ketika engkau duduk di rumahmu, atau sedang dalam perjalanan, ketika engkau berbaring atau bangun. Engkau harus juga mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan menjadikannya lambang di dahimu. Haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbang kotamu.”

Dengan kata lain, Anda mengambil Firman Tuhan dan mengajarkannya kepada anak-anak Anda, lalu Anda membicarakannya saat Anda berdiri, duduk, berbaring, dan berjalan. Tuliskanlah itu pada tangan Anda. Tuliskanlah itu pada kepala Anda. Tuliskanlah itu di pintu Anda. Tuliskanlah itu di gerbang Anda. Maka ke mana pun Anda pergi, Anda selalu menyadari akan Firman Tuhan yang hidup. Inilah kunci untuk hidup. Inilah rancangan Tuhan untuk hidup, yang diberikan kepada umat-Nya. Firman Tuhan saja sudah cukup. Firman Tuhan harus menjadi perhatian mereka sebagai sumber dari segala sesuatu.

Dan kemudian bagian yang paling menarik dan tidak asing lagi di Lukas 16, di mana Tuhan kita memberikan kesaksian-Nya tentang kecukupan Kitab Suci. Dalam Lukas 16, Tuhan Yesus menceritakan tentang Lazarus, seorang pengemis yang penuh borok, dan seorang yang kaya. Anda ingat, Lazarus meninggal lalu pergi ke pangkuan Abraham, yang adalah tempat berkat. Sedangkan orang kaya itu meninggal dan pergi ke dalam api dan disiksa. Lalu orang kaya itu berkata, "Aku tidak ingin saudara-saudaraku datang ke sini. Oh, aku tidak ingin saudara-saudaraku datang ke sini" Ayat 28, " Sebab masih ada lima orang saudaraku," Lukas 16, "supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: mereka memiliki kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkannya."

Mereka memiliki kesaksian Musa dan para nabi, dan itu adalah Firman Tuhan. Biarkan mereka membaca Firman Tuhan. Tapi dia berkata, “Oh tidak, bapa Abraham, jika ada seseorang yang pergi kepada mereka dari antara orang mati, mereka akan bertobat.” Maksud saya, itu memang akan menjadi penginjilan yang spektakuler! “Aku baru saja datang dari neraka dan aku ingin memberi tahumu, jangan pergi ke sana.” Itu sangat menyiksa. Jika saya bisa kembali dari sini dan berkhotbah, mereka pasti akan bertobat. Itulah pandangan orang-orang yang mencari peneguhan supranatural. Injil yang sederhana tidaklah cukup bagi kita. Kita harus memiliki tanda-tanda, keajaiban, dan kebangkitan orang mati, atau kita tidak akan pernah bisa meyakinkan orang lain.

Di ayat 31, Tuhan Yesus yang dapat membangkitkan orang mati dan yang benar-benar bangkit dari antara orang mati, membuktikan pendapatnya sendiri, "Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." Dan Dia adalah bukti nyata akan hal itu. Anda tidak memerlukan mukjizat. Mengapa? Karena Firman Tuhan berkuasa. Inilah kecukupan Firman Tuhan. Oh, Firman Tuhan saja sudah cukup. Firman Tuhan cukup dalam kaitannya dengan semua hal yang berkaitan dengan jiwa manusia, baik hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia. Kuncinya, tentu saja, adalah mempercayainya dan menaatinya, juga mempelajarinya. Kita telah mengatakan hal itu selama bertahun-tahun dan akan mengatakannya sekali lagi dengan sukacita.

Apakah Alkitab cukup? Ada satu bagian terakhir yang merangkum semuanya, yaitu 2 Timotius 3. 2 Timotius 3, dengarkan kesaksian ini. Saya bahkan tidak akan banyak bicara tentangnya, biarkan saja ayat ini yang berbicara. 2 Timotius 3:15 adalah suatu kesaksian yang hebat... bahkan merupakan kesaksian tunggal Perjanjian Baru terbesar tentang kecukupan Firman Tuhan, 2 Timotius 3:15, “Sejak kecil,” kata Paulus kepada Timotius, “engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan melalui iman kepada Kristus Yesus.”

Dengarkan. Apakah Kitab Suci cukup untuk menyelamatkan? Ya. Kitab Suci cukup untuk menyelamatkan. Tidak ada lagi yang diperlukan. “Engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan.” Lalu dikatakan, “Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Dengarkan itu. Kitab Suci menyediakan doktrin, semua pengajaran yang kita butuhkan, menyatakan kesalahan, dan memperbaiki kelakuan. Menyatakan kesalahan berarti “berhentilah melakukan itu,” memperbaiki kelakuan berarti “mulailah melakukan ini.” Dan didikan dalam kebenaran akan membawa langkah kita lebih jauh. Kitab Suci dapat mengubah orang untuk kembali ke jalan yang benar.

Tetapi seberapa cukupkah itu? Lihatlah ayat terakhir, ayat 17. “Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah menjadi – ” apa? – “sempurna, lengkap, dan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” Sungguh pernyataan yang komprehensif. Apakah itu cukup? Ya, Alkitab cukup untuk membuat Anda bijaksana menuju keselamatan. Alkitab cukup untuk memberi Anda pengajaran, teguran, koreksi, dan instruksi yang dibutuhkan untuk hidup benar. Alkitab cukup untuk membuat manusia kepunyaan Tuhan menjadi sempurna, diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik, dan tidak kekurangan apa pun. Firman Tuhan, benar-benar cukup.

Beberapa tahun yang lalu, Maud Frazier Jackson menuliskan kata-kata ini. Dengarkan kata-katanya ini. “Bagaimana jika saya mengatakan Alkitab adalah Firman Tuhan yang kudus, lengkap,dan diilhami tanpa cacat? Namun, coba biarkan halaman-halamannya tidak dibaca dari hari ke hari dan saya tidak mempelajari hukum Tuhan di sana. Bagaimana jika saya tidak membukanya untuk mencari kebenaran yang saya ucapkan dengan fasih sebagai tuntunan di dunia ini? Apakah penting apa yang saya katakan?” Sungguh perkataan yang luar biasa. Dan jawabannya adalah tidak, tidak penting. Anda dapat mengatakan Anda mempercayai Firman Tuhan semau Anda. Namun, jika Anda tidak mempelajarinya, jika Anda tidak membukanya untuk mencari kebenaran yang Anda ucapkan dengan fasih, maka tidak penting apa yang Anda katakan. Firman itu harus dipercayai dan ditaati, dan di situlah kecukupannya. Mari kita berdoa.

Kami bersyukur kepada-Mu, Bapa, atas hari yang telah Engkau berikan kepada kami untuk menyembah. Dan kami tahu bahwa Engkau sendiri telah berkata bahwa “Aku telah meninggikan Firman-Ku di atas segala nama-Ku” dan jika Engkau cukup, dan Engkau memang cukup, maka Firman-Mu juga pasti cukup. Terima kasih Bapa, untuk Alkitab yang lengkap, dimana tidak ada satu pun yang tertinggal, yang kebenarannya dapat membuat kami menjadi manusia sempurna yang diperlengkapi sepenuhnya untuk setiap pekerjaan baik, yang kebenarannya dapat menuntun kami kepada kehidupan yang terberkati dalam setiap hal.

Bapa, selamatkanlah gereja-Mu dari dosa yang sangat jahat karena percaya bahwa Alkitab kami tidak cukup. Dan, Tuhan, kami berdoa untuk setiap kebutuhan dalam setiap kehidupan saat ini, agar kecukupan Firman Tuhan dalam kuasa Roh Kudus dapat diterapkan pada setiap kehidupan, demi Kristus. Amin.

SELESAI

This sermon series includes the following messages:

Please contact the publisher to obtain copies of this resource.

Publisher Information
Unleashing God’s Truth, One Verse at a Time
Since 1969

Welcome!

Enter your email address and we will send you instructions on how to reset your password.

Back to Log In

Unleashing God’s Truth, One Verse at a Time
Since 1969
Minimize
View Wishlist

Cart

Cart is empty.

Subject to Import Tax

Please be aware that these items are sent out from our office in the UK. Since the UK is now no longer a member of the EU, you may be charged an import tax on this item by the customs authorities in your country of residence, which is beyond our control.

Because we don’t want you to incur expenditure for which you are not prepared, could you please confirm whether you are willing to pay this charge, if necessary?

ECFA Accredited
Unleashing God’s Truth, One Verse at a Time
Since 1969
Back to Cart

Checkout as:

Not ? Log out

Log in to speed up the checkout process.

Unleashing God’s Truth, One Verse at a Time
Since 1969
Minimize