Grace to You Resources
Grace to You - Resource

Malam ini, sekali lagi kita akan membahas tentang pasukan Allah yang tidak kelihatan, yaitu para malaikat. Saya ingin Anda menyiapkan Alkitab, pensil, dan kertas, karena akan ada banyak hal yang perlu Anda baca dan catat. Ada beberapa hal yang nanti tidak sempat kita bahas hanya dengan membacanya saja. Jadi, apa yang kita ketahui tentang makhluk-makhluk luar biasa ini? Dalam pelajaran kita yang lalu, kita mulai mempelajari siapa sebenarnya mereka. Kita membahas keberadaan malaikat, asal-usul malaikat, dan sifat dasar malaikat, untuk memberikan gambaran yang jelas tentang siapa mereka. Saya sudah menyampaikan semua informasi itu mengenai keberadaan, asal-usul, dan sifat mereka. Malam ini saya ingin menambahkan satu hal yang menurut saya juga banyak dibahas dalam berbagai buku dan sumber, yaitu bahwa ada satu malaikat yang sangat istimewa dan tidak benar-benar sama dengan malaikat-malaikat lainnya. Bahkan, malaikat ini berbeda dari semua malaikat yang lain. Dia disebut "Malaikat TUHAN" atau "Malaikat Yahweh." Dia benar-benar unik. Kita hanya menemukan malaikat ini di Perjanjian Lama. Dia tidak pernah muncul di Perjanjian Baru. Dia mulai muncul pada zaman Abraham, dan penampakannya dalam Kitab Suci berakhir pada zaman Zakharia. Karena itu, kita percaya bahwa Dia adalah Pribadi yang sangat, sangat istimewa.

Mari saya perkenalkan dia kepada Anda. Kejadian pasal 16. Bagian ini akan melengkapi pemahaman kita tentang siapa para malaikat itu. Baik, Kejadian 16:7: "Malaikat TUHAN..." Di sinilah untuk pertama kalinya kita diperkenalkan kepada Pribadi ini. "Malaikat TUHAN menjumpai Hagar dekat mata air di jalan ke Syur, sebuah mata air di padang gurun. Katanya: ‘Hagar, hamba Sarai, dari manakah engkau dan ke manakah engkau akan pergi?’ Jawabnya: ‘Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku’. Lalu kata Malaikat TUHAN kepadanya: ‘Kembalilah kepada nyonyamu, tunduklah di bawah kuasanya.’ Malaikat TUHAN berkata lagi kepadanya: "Aku akan membuat keturunanmu sangat banyak.'" Di sini Hagar menerima sebuah janji, yaitu janji mengenai Ismael. Baik, kita lanjut ke ayat 10: “alaikat TUHAN berkata lagi kepadanya: "Aku akan membuat keturunanmu sangat banyak, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.’” Dengan kata lain, kepada keturunan Ismael juga diberikan janji bahwa mereka akan menjadi sangat banyak, sama seperti janji yang telah diberikan kepada keturunan Ishak, yaitu keturunan Abraham. "Berkatalah pula Malaikat TUHAN kepadanya: ‘Engkau sedang mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki. Engkau akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Dia akan menjadi seorang manusia seperti keledai liar. Tangannya akan melawan setiap orang dan tangan setiap orang akan melawan dia. Di mana pun ia menetap ia menentang semua saudaranya.’” Kemudian Hagar menyebut nama TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu..." Sekarang perhatikan baik-baik. "...Engkaulah El-Roi” atau Allah yang melihat aku." Di sinilah letak hal yang menarik. Malaikat TUHAN ini disebut sebagai Allah.

Sekarang buka Keluaran pasal 3. "Musa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke Horeb, gunung Allah. Lalu Malaikat..." Tidak, bukan sekadar "seorang malaikat," tetapi "Malaikat TUHAN." Malaikat yang mana? "Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Ketika ia melihatnya, tampaklah semak duri itu menyala, tetapi tidak terbakar. Musa berkata: "Baiklah aku membelok ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah semak duri itu tidak terbakar?’" Sekarang perhatikan: "Ketika TUHAN melihat Musa membelok untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah semak duri itu kepadanya." Ayat 2 mengatakan bahwa Malaikat TUHAN ada di dalam semak itu. Tapi ayat 4 mengatakan bahwa Allah berseru kepadanya dari tengah-tengah semak itu. Lalu apa yang Dia katakan? Ayat 6: "Akulah Allah bapa leluhurmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub." Musa pun takut memandang Allah. Sekali lagi, Malaikat TUHAN disebut sebagai Allah.

Sekarang saya ingin Anda membuka Kitab Hakim-Hakim pasal 6. Hakim-Hakim 6:11, "Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, milik Yoas dari kaum Abiezer. Gideon, anaknya, sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur agar tersembunyi dari orang Midian. Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman: "TUHAN menyertai engkau, ya pejuang yang gagah berani!" Jawab Gideon kepadanya: "Maaf, Tuan" Sekali lagi, di sini Malaikat TUHAN disebut sebagai Tuhan. Sekarang lihat Hakim-Hakim pasal 13 ayat 21: "Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Manoah kemudian menyadari bahwa Dia itu Malaikat TUHAN. Kata Manoah kepada isterinya, "Kita pasti mati, sebab kita telah melihat ...'" Siapa? "... Allah." Sekali lagi, saya telah menunjukkan kepada Anda empat peristiwa yang berbeda. Ada satu Malaikat yang istimewa, yang disebut Malaikat TUHAN, dan di empat bagian Alkitab ini Dia disamakan dengan Allah.

Mungkin Anda bertanya, "Kalau begitu, apakah Dia hanya Allah sendiri?" Baiklah, mari kita lihat. Buka Kitab Zakharia. Letaknya di bagian akhir Perjanjian Lama, kitab kedua dari belakang. Zakharia pasal 1 ayat 12: "Sahut Malaikat TUHAN..." Dengarkan baik-baik. "Sahut Malaikat TUHAN: Ya TUHAN Semesta Alam …'" Di sini sedang terjadi percakapan antara TUHAN semesta alam dan Malaikat TUHAN, sementara Malaikat TUHAN itu sendiri juga dinyatakan sebagai Allah.

Sekarang lihat Zakharia pasal 3 ayat 1: "Kemudian diperlihatkanlah kepadaku Imam Besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN dan Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia. Berkatalah TUHAN kepada Iblis itu, ‘TUHAN menghardik engkau...'" Menarik sekali, bukan? " TUHAN berkata, 'TUHAN menghardik engkau.'" Sekali lagi, di sini kita melihat adanya percakapan antara Malaikat TUHAN dan Allah. Lalu Anda mungkin bertanya, "Siapakah Malaikat TUHAN itu?" Saya percaya bahwa Dia adalah Pribadi kedua dalam Tritunggal, tidak lain adalah Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana kita mengenal-Nya di dalam Perjanjian Baru. Jadi, di sini kita melihat percakapan antara Pribadi kedua Tritunggal dengan Pribadi pertama Tritunggal. Inilah yang disebut sebagai Kristofani atau Teofani, yaitu penampakan Kristus sebelum Dia berinkarnasi menjadi manusia.

Sekarang perhatikan baik-baik. Satu-satunya Pribadi dalam Tritunggal yang pernah menyatakan diri adalah Pribadi kedua. Allah adalah Roh, dan Alkitab berkata, "Tidak seorang pun pernah melihat Allah." Roh Allah, yaitu Roh Kudus, Pribadi ketiga dalam Tritunggal, juga adalah Roh. Dia tidak pernah menyatakan diri secara terlihat. Dia tidak pernah dilihat. Jadi, siapakah satu-satunya Pribadi dalam Tritunggal yang menyatakan Tritunggal itu sendiri? Pribadi kedua. Di Perjanjian Lama, kita melihat penyataan Kristus sebelum inkarnasi-Nya, yaitu sebagai Malaikat TUHAN. Di Perjanjian Baru, Dia hadir sebagai Allah yang menjadi manusia, yaitu manusia Kristus Yesus. Itulah sebabnya Malaikat TUHAN tidak pernah lagi muncul dalam Alkitab setelah Kitab Zakharia, karena di Perjanjian Baru Dia telah datang sebagai Anak Allah yang berinkarnasi. Dia tidak lain adalah Yesus Kristus. Kalau Anda mempelajari pelayanan Malaikat TUHAN ini sepanjang Perjanjian Lama, Anda akan menemukan bahwa pelayanannya memiliki banyak kesamaan dengan pelayanan Yesus Kristus kepada umat-Nya di Perjanjian Baru.

Sebagai contoh, di Perjanjian Lama, Malaikat TUHAN memberikan penyataan dan menyampaikan firman Allah. Dia memanggil orang-orang pilihan-Nya. Dialah yang memanggil Musa. Dialah yang memanggil Gideon. Dialah yang memanggil Simson, sama seperti Kristus memanggil milik-Nya sendiri di Perjanjian Baru. Dia juga adalah pembebas. Dia membebaskan umat-Nya melalui orang-orang yang telah Dia panggil, seperti Musa, Gideon, dan Simson, sama seperti Kristus adalah Pembebas yang melalui karya-Nya telah membebaskan umat-Nya. Dia juga adalah pelindung. Dalam Mazmur 34:7 dikatakan, "Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia lalu meluputkan mereka." Demikian juga di Perjanjian Baru, Kristuslah yang mengelilingi dan melindungi kita. Bahkan Dia juga adalah Pengantara. Dalam Zakharia pasal 1, seperti yang telah kita baca, Malaikat TUHAN menjadi pengantara bagi bangsa Israel. Dan di Perjanjian Baru, Kristus adalah Pengantara kita. Dia adalah Pembela kita. Dalam Zakharia pasal 3, Malaikat TUHAN berdiri di hadapan Allah untuk membela orang-orang percaya terhadap serangan Iblis, persis seperti yang dilakukan Kristus di Perjanjian Baru.

Di Perjanjian Lama, dalam Kejadian pasal 22, Malaikat TUHAN meneguhkan perjanjian dengan Abraham. Di Perjanjian Baru, Yesus Kristuslah yang memeteraikan perjanjian itu dengan darah-Nya. Di Perjanjian Lama, seperti yang kita baca dalam Kejadian pasal 16, Malaikat TUHAN menghibur Hagar. Di Perjanjian Baru, Yesus Kristus adalah Penghibur kita. Jadi, di sini kita melihat penyataan Kristus sebelum inkarnasi-Nya. Hal ini sangat penting, karena membuktikan kepada kita tanpa sedikit pun keraguan bahwa Tritunggal selalu ada sebagai Tritunggal. Bukan berarti Allah hanya memainkan peran yang berbeda-beda sepanjang sejarah. Sejak semula Dia selalu adalah tiga Pribadi dalam satu Allah. Setelah kita memahami hal ini, berarti kita sudah memiliki gambaran dasar mengenai para malaikat, yaitu tentang sifat mereka, asal-usul mereka, dan keberadaan mereka. Sekarang mari kita masuk ke pertanyaan berikutnya. Bukan lagi, "Siapa mereka?" melainkan, "Apa yang mereka lakukan?" Apa pekerjaan para malaikat? Apa yang sedang mereka lakukan saat ini? Kita akan membahasnya sekarang. Mari kita melihat pelayanan para malaikat.

Ada sebuah kerangka yang sangat sederhana untuk kita ikuti, dan sangat jelas. Apa yang dilakukan para malaikat terhadap Allah, terhadap Kristus, terhadap orang-orang percaya, dan terhadap orang-orang yang tidak percaya? Pertama-tama, apa pelayanan para malaikat kepada Allah? Yang pertama, para malaikat adalah pelayan penyembahan. Dalam Yesaya pasal 6, para malaikat, yaitu para serafim, ketika mereka melihat penglihatan tentang Tuhan, berseru, "Kudus, kudus, kudus." Mereka menyembah Allah. Dalam Wahyu pasal 4, kita melihat dengan lebih jelas bagaimana mereka menyembah. Wahyu 4:6 berkata, "Di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang." Gambaran ini sangat mirip dengan deskripsi para malaikat yang diberikan dalam kitab Yehezkiel. Lalu ayat-ayat berikutnya menjelaskan tentang sayap mereka dan hal-hal lainnya. Pada ayat 8 dikatakan bahwa siang dan malam mereka terus berseru, "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang." Itulah penyembahan. Kemudian ayat 9 berkata bahwa mereka "mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan hidup selama-lamanya."

Saya percaya bahwa yang kita lihat di sana adalah penyembahan para malaikat. Pelayanan para malaikat dimulai dengan menyembah Allah. Saya percaya itulah pelayanan utama mereka, yaitu memuliakan Allah dan menyembah-Nya. Kemudian di pasal 5 ayat 8, kita kembali melihat keempat makhluk hidup itu. Saya percaya kemungkinan besar mereka adalah malaikat jenis kerub. Mereka bergabung dengan 24 tua-tua, lalu sujud di hadapan Anak Domba. Masing-masing memegang kecapi dan cawan emas yang penuh dengan dupa, dan seterusnya. Kemudian ayat 9 berkata, "Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru." Lalu pada ayat 11 dikatakan, "Aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat di sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka beratus-ratus ribu dan berjuta-juta." Nyanyian mereka adalah, "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima ..." dan seterusnya. Di situlah kita melihat awal dari pelayanan mereka kepada Allah. Karena Allah memiliki nilai yang tidak terbatas, kemuliaan yang tidak terbatas, keagungan yang sempurna, dan keindahan yang tidak ada bandingnya, mereka memuji-Nya tanpa henti, selama-lamanya. Saya membayangkan bahwa semua malaikat melakukan hal ini, walaupun mungkin ada sebagian malaikat yang memang dikhususkan hanya untuk satu tugas itu saja, yaitu terus-menerus menyembah Allah.

Yang kedua, para malaikat bukan hanya pelayan penyembahan, tetapi juga pelayan dalam pelayanan. Pelayanan ini terbagi ke dalam beberapa bagian. Para malaikat adalah pelayan yang melayani. Yang pertama adalah pelayanan keimaman. Mari kita lihat Ibrani 1:7. Ini memang pelajaran teologi, jadi kalau Anda terus mengikutinya, semuanya akan saling terhubung. Saya ingin memberikan kepada Anda dasar doktrin yang kokoh. Ibrani 1:7 berkata, "Tentang malaikat-malaikat Ia berkata, 'Yang membuat malaikat-malaikat-Nya...'" Mungkin Alkitab Anda menerjemahkannya sebagai "roh-roh." Kata yang sama juga bisa diterjemahkan "badai," dan menurut saya itu lebih tepat. "...Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api." Kata "pelayan" di sini berasal dari kata Yunani leitourgos, yang menjadi asal kata "liturgi" dalam bahasa Inggris. Kata ini berkaitan dengan penyembahan dan pelayanan seorang imam. Kata ini menunjuk pada sesuatu yang mereka lakukan di hadapan Allah. Dikatakan bahwa mereka seperti badai, dan menurut saya itu menggambarkan kecepatan mereka. Mereka juga seperti api, yang menggambarkan semangat dan kesungguhan mereka. Apa pun bentuk pelayanan keimaman itu, mereka melakukannya di hadapan Allah dengan kecepatan seperti badai dan semangat yang menyala seperti api. Terus terang saya tidak tahu seluruh maknanya. Tapi saya tahu bahwa itulah arti ayat ini menurut makna aslinya. Jadi mereka mempersembahkan pelayanan keimaman kepada Allah. Mereka disebut sebagai pelayan, dan kata yang dipakai di sini sangat khusus, yaitu kata yang berhubungan dengan tugas seorang imam. Pelayanan keimaman berarti mereka melayani dalam penyembahan di hadapan takhta Allah.

Kedua, sebagai pelayan yang melayani, para malaikat bukan hanya memberikan pelayanan keimaman, tetapi mereka juga adalah para utusan pribadi. Tadi Paulus sudah menyebutkan bahwa kata angelos berarti "utusan," dan itu benar. Kata Ibrani malak, yang diterjemahkan sebagai "malaikat" dalam Perjanjian Lama, juga berarti "utusan." Jadi pada dasarnya, para malaikat adalah para utusan. Mereka menjalankan semacam pelayanan pengiriman pesan dari surga. Mazmur 103:20 berkata, "Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya..." Sekarang dengarkan baik-baik. "...Hai pejuang-pejuang perkasa yang melaksanakan firman-Nya tatkala mendengar suara firman-Nya." Mereka sangat kuat, dan ciri utama mereka adalah ketaatan yang sempurna. Mereka melakukan firman Allah. Bahkan tampaknya mereka berdiri menunggu perintah. Sepertinya mereka menanti sampai Allah memberikan tugas tertentu, lalu Dia mengutus mereka untuk melaksanakannya. Lukas 1:19 berkata, "Jawab malaikat itu kepadanya, "Akulah Gabriel.'" Siapakah engkau, Gabriel? "Akulah Gabriel yang melayani Allah." Tahukah Anda apa yang tampaknya dimaksudkan oleh ayat ini? Gabriel berdiri di hadapan Allah sampai dia menerima perintah, lalu dia diutus untuk melaksanakannya. Sungguh suatu gambaran yang indah. Dan tentu saja, dalam pasal ini Gabriel diutus untuk menyampaikan berita kepada Yusuf dan Maria tentang kedatangan Allah dalam rupa manusia. Jadi, para malaikat adalah para utusan.

Ketika Allah memberikan hukum Taurat di Gunung Sinai, Allah turun dan menuliskannya dengan jari-Nya sendiri pada loh batu. Anda masih ingat itu, bukan? Jari Allah mengukir Sepuluh Perintah Allah pada batu. Sekarang lihat Galatia 3:19. "Kalau demikian, apakah maksud hukum Taurat?" Kita tidak akan membahas seluruh persoalan itu sekarang, cukup satu hal ini saja. "Hukum itu ditambahkan karena pelanggaran-pelanggaran — sampai datang keturunan yang dimaksudkan oleh janji itu." Sekarang dengarkan baik-baik. "Dan disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat." Mungkin Anda bertanya, "Tunggu sebentar. Maksudnya apa hukum itu disampaikan melalui para malaikat? Apa peran para malaikat dalam pemberian hukum Taurat?" Baiklah, mari kita melangkah lebih jauh. Buka Kisah Para Rasul pasal 7. Sekarang kita melihat bahwa para malaikat berkaitan dengan pemberian hukum Taurat di Gunung Sinai. Kisah Para Rasul 7:38 berkata, "Dialah..." yang sedang berbicara tentang Musa. "inilah yang menjadi pengantara dalam sidang jemaah di padang gurun ..." atau ekklēsia, yaitu kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar di padang gurun, "... di antara malaikat yang berfirman kepadanya di Gunung Sinai." Di sini kita diperkenalkan pada satu fakta lain tentang peristiwa di Gunung Sinai, yaitu bahwa ada malaikat-malaikat yang hadir di sana. Kemudian ayat 52 berbicara tentang hukum Taurat dan para nabi, lalu ayat 53 berkata, "Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat."

Sekarang lihat Ibrani 2:2, dan kita akan menyatukan semuanya. Di sana dikatakan, "Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimana kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu?" dan seterusnya. Di sini dikatakan bahwa firman yang disampaikan melalui para malaikat itu tetap berlaku, dan yang dimaksud adalah hukum Taurat. Dengan kata lain, kalau orang tidak bisa lolos dari hukuman karena melanggar hukum Taurat, bagaimana mungkin mereka bisa lolos jika tidak taat kepada Injil? Jadi, sekarang kita memiliki sedikitnya empat atau lima bagian Alkitab yang menunjukkan bahwa para malaikat terlibat dalam pemberian hukum Taurat. Tampaknya, menurut Keluaran 31:18, Allah menuliskannya dengan jari-Nya sendiri, lalu para malaikat menyampaikannya kepada Musa. Inilah salah satu alasan mengapa orang Yahudi sangat menghormati para malaikat, karena mereka mengambil bagian dalam pemberian hukum Taurat. Mereka adalah para utusan. Kadang-kadang Allah mengutus mereka untuk menyampaikan pesan secara lisan, dan di kesempatan lain Dia mengutus mereka membawa dua loh batu. Dalam kedua peristiwa itu mereka sama-sama terlibat. Musa turun dari gunung untuk pertama kalinya, lalu menjadi marah dan memecahkan loh-loh batu itu. Akibatnya dia harus kembali naik, dan Allah menuliskannya lagi. Edisi kedua itu juga disampaikan oleh para malaikat, sama seperti edisi yang pertama.

Jadi, para malaikat mempersembahkan pelayanan keimaman kepada Allah, dan mereka juga menjalankan tugas sebagai para utusan Allah. Hal yang ketiga, dan ini sangat menarik, mereka adalah pelaksana pemerintahan Allah di dunia. Allah ingin melaksanakan berbagai tindakan dalam pemerintahan-Nya atas dunia, dan para malaikatlah yang sibuk menjalankan tugas itu. Sebagai contoh, mereka menahan kejahatan. Biasanya kita berpikir bahwa Roh Kuduslah yang menahan kejahatan, dan saya percaya itu benar. Roh Kudus memang adalah Pribadi yang menahan. Tapi ada cara-cara tertentu di mana para malaikat juga menahan manusia. Maksud saya, mereka benar-benar secara fisik mencegah orang melakukan kejahatan. Kalau Roh Kudus mungkin bekerja dengan cara yang lebih batiniah, seorang malaikat bisa saja langsung menghentikan seseorang secara fisik, benar-benar menghentikannya di tempat. Mungkin Anda bertanya, "Apa dasar pemikiran itu?" Baiklah, lihat Kejadian pasal 18. Di sana ada pertemuan antara para malaikat dan Abraham. Setelah itu para malaikat pergi ke Sodom. Lalu dalam pasal 19 ayat 1 dikatakan, "Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom. Melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka."

Saat itu ada ketertarikan tertentu di kota itu karena kota Sodom sudah dikuasai oleh homoseksualitas. Orang-orang di kota itu melihat kedua malaikat yang tampak begitu elok, lalu berkata, "Mari kita tangkap mereka." Tapi jawabannya adalah, "Hal itu tidak akan terjadi." Ayat 10 berkata, "Kedua orang itu mengulurkan tangannya, menarik Lot ke dalam rumah, lalu menutup pintu. Mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, sehingga orang-orang tidak dapat menemukan pintu." Apa yang terjadi di sini? Para malaikat menahan kejahatan mereka. Para malaikat membuat mereka menjadi buta. Saya tidak tahu bagaimana caranya. Mungkin saja hanya dengan sentuhan dua jari malaikat. Saya juga tidak tahu apakah kebutaan itu bersifat sementara atau permanen. Tapi yang jelas, mereka melakukannya. Jadi, para malaikat menahan kejahatan dengan cara yang sangat nyata dan secara fisik.

Hal kedua yang dilakukan para malaikat sebagai pelaksana pemerintahan Allah di dunia adalah mengendalikan unsur-unsur alam. Dalam Wahyu pasal 7 ayat 2 dikatakan, “Lalu aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, ‘Janganlah merusak bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!’” Di sini para malaikat sedang bersiap-siap mendatangkan berbagai tulah yang dicatat dalam Kitab Wahyu ke atas dunia, dan mereka memiliki kuasa atas kekuatan-kekuatan alam. Mereka akan mengubah laut menjadi darah. Mereka akan mengubah air tawar menjadi darah. Mereka akan mematikan rumput dan bunga-bunga. Mereka akan menimbulkan kekacauan di langit sehingga bintang-bintang berjatuhan. Mereka memiliki kuasa atas unsur-unsur alam. Mereka bahkan dapat membuat hujan es yang sangat besar jatuh ke bumi. Jadi, mereka memang memiliki kendali atas unsur-unsur alam.

Dalam Wahyu pasal 8 dan 9, kita melihat para malaikat meniup sangkakala. Ayat 7 berkata, "Malaikat yang pertama meniup sangkakalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah." Ayat 8 berkata, "Malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut," yang tampaknya adalah semacam meteor. Ayat 10 berkata, "Malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar," dan peristiwa itu mencemari sumber-sumber air tawar. Ayat 12 berkata, "Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang." Di sini kita melihat para malaikat, dan berbagai peristiwa mengerikan terjadi sebagai hukuman melalui kuasa yang mereka miliki atas unsur-unsur alam.

Dalam Wahyu pasal 16 dikatakan, "Malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut. Malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya ke atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah." Ayat 8 berkata, "Malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api." Kemudian pada ayat 10, "Malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan, dan mereka menghujat Allah yang di surga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat." Lalu malaikat keenam menumpahkan cawannya ke Sungai Efrat, dan air sungai itu menjadi kering. Jadi, Anda dapat melihat bahwa para malaikat memiliki kuasa atas unsur-unsur alam ketika Allah memberikan kuasa itu kepada mereka. Pada masa kesengsaraan besar nanti, mereka akan mendatangkan berbagai bencana yang paling mengerikan melalui kuasa yang Allah percayakan kepada mereka. Mereka menahan kejahatan, dan mereka juga mengendalikan unsur-unsur alam ketika Allah menghendakinya.

Selain itu, dalam kaitannya dengan pemerintahan atau membantu Allah memerintah, para malaikat juga mengawasi bangsa-bangsa. Saudara, di balik apa yang kita lihat secara kasatmata, baik di negara kita maupun di setiap negara di dunia, sedang berlangsung peperangan rohani. Roh-roh jahat berjuang untuk menguasai negara kita, masyarakat kita, dan arah sejarah dunia. Sementara itu, para malaikat menentang usaha mereka. Allah memiliki para malaikat kudus yang bekerja di balik layar pemerintahan. Anda hanya perlu membaca Daniel pasal 4 sebagai titik awal, dan Anda akan melihat bahwa hal ini benar-benar sedang terjadi. Daniel pasal 4. Saya akan membacakan beberapa ayat, jadi Anda tidak perlu membukanya sekarang. Cukup catat saja: Daniel 4:13 dan 17. "Dalam penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu tampaklah seorang penjaga, seorang kudus, turun dari langit."

Salah satu sebutan bagi para malaikat adalah "para pengawas." Para malaikat disebut sebagai pengawas karena mereka mengawasi. Ayat 17 berkata, "Perintah ini diumumkan para penjaga, dan hal ini menurut keputusan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Maha Tinggi berkuasa atas kerajaan manusia; Ia memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang terendah dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu." Kalau Allah mengendalikan segala sesuatu, berarti bahkan orang-orang yang paling buruk sekalipun dapat berada dalam pemerintahan karena Allah mengizinkannya. Dan para malaikat mengawasi pemerintahan-pemerintahan itu sambil melaksanakan rencana Allah. Mereka aktif dalam menggenapi rencana sejarah Allah, yaitu para malaikat kudus. Kita tahu bahwa roh-roh jahat juga aktif. Tapi para malaikat kudus milik Allah tidak kalah aktifnya.

Jadi, bagaimana para malaikat melayani Allah? Pertama, melalui pelayanan keimaman, yaitu dalam bentuk penyembahan. Kedua, melalui pelayanan sebagai utusan. Ketiga, melalui peran mereka dalam pemerintahan, yaitu membantu Allah melaksanakan kehendak-Nya di dunia. Saudara, pelayanan yang mencakup penyembahan dan pelayanan ini juga melibatkan pelaksanaan penghukuman, dan itu akan kita bahas sebentar lagi.

Sekarang yang kedua, pelayanan para malaikat bukan hanya kepada Allah, tetapi juga kepada Kristus. Dan menurut saya, ini adalah salah satu pembahasan yang paling indah dan paling bermakna yang pernah dapat Anda pelajari. Bagaimana para malaikat melayani, atau pernah melayani, Yesus Kristus? Pembahasan ini membuka pemahaman saya tentang para malaikat dengan cara yang luar biasa. Pertama-tama, mereka melayani pada saat kelahiran-Nya. Mereka terlibat hampir dalam setiap hal yang dilakukan-Nya. Coba pikirkan. Kalau Dia adalah Malaikat TUHAN, berarti Dia adalah Panglima Tertinggi seluruh bala tentara malaikat, bukan? Bahkan pada suatu saat dalam hidup-Nya, Dia berkata, "Kalau Aku mau, Aku bisa memanggil sebanyak mungkin pasukan malaikat." Mengapa? Karena Dia adalah Panglima Tertinggi mereka. Dua belas pasukan malaikat hanyalah sebagian kecil saja bagi-Nya. Kalau satu malaikat saja dapat membunuh 185 ribu tentara Asyur, bayangkan apa yang dapat dilakukan oleh dua belas legiun malaikat. Dan selama hidup-Nya mereka terus melayani Dia. Dialah Malaikat TUHAN. Sebelumnya Dia sendiri telah melayani di tengah-tengah mereka.

Pertama-tama, para malaikat hadir di sekitar peristiwa kelahiran-Nya. Ketika Anda membaca kisah kedatangan Tuhan Yesus Kristus dalam Lukas pasal 1, Anda akan menemukan catatan seperti ini: "Dalam bulan yang keenam malaikat Gabriel disuruh Allah pergi ke Nazaret, sebuah kota di Galilea." Jadi, Allah mengutus Gabriel, yang sebelumnya berdiri menunggu perintah. Lalu ia melesat turun dari surga. Ia datang dengan cepat menemui perawan Maria, lalu berkata, "Salam, hai engkau yang dikaruniai. Tuhan menyertai engkau. Terpujilah engkau di antara semua perempuan." Ketika Maria melihatnya, ia terkejut mendengar perkataan itu dan bertanya-tanya dalam hatinya apa arti salam tersebut. Maksudnya, Maria benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Seolah-olah ia berkata, "Salam macam apa ini? 'Halo, Maria, engkau yang sangat dikaruniai, yang diberkati di antara semua perempuan.'" Lalu malaikat itu berkata, "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh anugerah di hadapan Allah."

Hal pertama yang dilakukan para malaikat berkaitan dengan kelahiran Kristus adalah mereka menubuatkannya. Mereka menjadi penyampai penyataan dari Allah. Mereka adalah yang pertama memberitahukan kepada Maria dan Yusuf bahwa Anak itu akan datang, bahwa Allah sendiri akan datang ke dalam dunia. Mereka menubuatkannya. Lalu, tahukah Anda apa yang mereka lakukan setelah itu? Ketika peristiwa itu benar-benar terjadi, hal kedua yang mereka lakukan adalah mengumumkannya. Dan itu sungguh luar biasa. Mereka mengumumkannya. Kisah itu dicatat dalam Lukas pasal 2. Saya sangat menyukai bagian ini. "Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam." Gembala-gembala ini hanyalah orang-orang biasa. Selama hidup mereka, tentu tidak pernah ada serombongan malaikat turun ke ladang tempat mereka bekerja. Yang mereka lihat setiap hari hanyalah domba-domba mereka. Pada malam itu mereka sedang menjaga kawanan ternak mereka, lalu tiba-tiba seorang malaikat dari Tuhan datang kepada mereka. Perhatikan, ini bukan "Malaikat TUHAN." Jangan keliru. Terjemahan yang lebih tepat adalah "seorang malaikat dari Tuhan datang kepada mereka." Kemuliaan Tuhan bersinar mengelilingi mereka, dan mereka pun sangat ketakutan. Pengalaman seperti ini sama sekali belum pernah mereka alami. Lalu malaikat itu kembali berkata, "Jangan takut." Mengapa para malaikat selalu mengatakan, "Jangan takut"? Karena melihat seorang malaikat adalah pengalaman yang sangat menggentarkan. Ketika mereka menyatakan diri secara nyata, itu benar-benar luar biasa.

"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar." Untuk kami? Lalu malaikat itu mengumumkan, "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." Kemudian ayat 13 berkata, “Tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara surga yang memuji Allah, katanya, ‘Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.’” Tiba-tiba seluruh langit dipenuhi oleh para malaikat yang mulia, sementara para gembala itu hanya bisa berdiri memandang semuanya. Sungguh luar biasa. Para malaikat bukan hanya menubuatkan kelahiran Kristus, tetapi juga mengumumkannya. Mereka hadir pada saat kelahiran-Nya.

Kedua, mereka juga hadir sepanjang kehidupan-Nya. Pernahkah Anda mempelajari kehidupan Yesus Kristus untuk melihat apa yang dilakukan para malaikat selama Dia hidup di dunia? Mereka sangat sibuk melayani dan menjaga-Nya. Menurut saya, salah satu gambaran yang paling indah tentang Allah adalah kelembutan dan perhatian-Nya kepada Yesus Kristus, yang dinyatakan dengan mengutus para malaikat untuk melayani-Nya. Dan alasan saya mengatakan itu adalah karena hal tersebut memberi saya keyakinan yang begitu besar bahwa Allah juga mengutus para malaikat untuk memelihara saya. Sebab di dalam Kristus, Allah memandang saya berharga, bahkan sebagaimana Dia memandang Kristus. Coba perhatikan. Sejak masa kanak-kanak Yesus, dalam Matius 2:19 dikatakan, "Setelah Herodes mati, tampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir." Inilah yang dikatakannya: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati." Artinya, sekarang sudah waktunya kembali. Tidak perlu takut lagi.

Kalau Anda melihat kembali Matius pasal 2 ayat 13, seorang malaikat Tuhanlah yang pertama kali datang dan menyuruh Yusuf pergi ke Mesir untuk menghindari Herodes yang hendak membunuh Yesus. Jadi, para malaikat memperingatkan mereka untuk melarikan diri, lalu kemudian datang lagi memberitahukan kapan saatnya kembali. Para malaikat terlibat dalam perlindungan dan pemeliharaan Yesus sepanjang hidup-Nya. Saya sangat menyukai Matius 4:6. Di bagian tengah ayat itu dikatakan, "Allah akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya..." Memang kata-kata itu diucapkan oleh Iblis, karena ia sedang mengutip Kitab Suci. Tapi tetap saja perkataan itu benar. "Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menerima Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu."

Iblis berkata kepada Yesus, "Kalau begitu, jatuhkan saja diri-Mu dari bubungan Bait Allah, karena Engkau memiliki janji yang luar biasa, yaitu bahwa para malaikat akan menjaga-Mu." Dalam hal itu Iblis memang benar. Kadang-kadang Iblis memang mengatakan yang benar, terutama ketika hal itu diperlukan untuk mendukung argumen yang ingin ia sampaikan.

Kemudian, dalam Matius 4:11, setelah Yesus dicobai selama empat puluh hari, dikatakan, "Sesudah itu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus." Setelah empat puluh hari berpuasa, para malaikat datang kepada-Nya. Mungkin Anda bertanya, "Apa yang mereka lakukan ketika tiba di sana?" Saya tidak tahu. Tapi saya membayangkan mereka mengadakan semacam jamuan bagi-Nya. Saya membayangkan mereka membawa makanan dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghibur-Nya serta memenuhi kebutuhan-Nya. Mereka melayani-Nya. Dalam Lukas 22:43 dikatakan, dan ini terjadi ketika Yesus sedang bergumul menjelang akhir hidup-Nya di Taman Getsemani, "Ya Bapa, jikalau Engkau menghendaki, ambillah cawan ini dari pada-Ku. Tetapi janganlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." Lalu segera “seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya." Sungguh mengesankan melihat bagaimana para malaikat secara nyata melayani Yesus. Anda tahu, ada saat-saat dalam hidup saya ketika saya berkata, "Tuhan, rasanya sekarang adalah saat di mana aku benar-benar membutuhkan salah satu malaikat-Mu turun ke sini untuk menguatkanku."

Dan saya percaya, mungkin memang ada saat-saat dalam hidup saya ketika para malaikat-Nya telah menguatkan saya. Jadi, para malaikat hadir dalam kelahiran Yesus, mereka juga melayani-Nya sepanjang hidup-Nya. Dan saya juga sangat menyukai bagian ini: mereka hadir pada saat kebangkitan-Nya. Tahukah Anda sesuatu yang menarik dari apa yang baru saja saya katakan? Apakah Anda menyadari bahwa saya tidak menyebut kehadiran mereka di kayu salib? Di situlah sebenarnya Yesus bisa saja memanggil mereka. Tapi apa yang terjadi? Dia tidak melakukannya. Bukankah Anda bersyukur? Tahukah Anda apa yang akan terjadi seandainya di Taman Getsemani Dia memanggil dua belas pasukan malaikat lalu mereka membinasakan semua orang? Anda dan saya tidak akan berada di sini hari ini. Bahkan, kita akan berada di neraka untuk selama-lamanya. Saya bersyukur karena pada hari itu para malaikat "libur" dari tugas mereka.

Lalu, setelah kebangkitan-Nya, apa yang dilakukan para malaikat? Mari kita lihat Matius pasal 28. Mereka mengumumkannya. Matius 28:1 berkata, "Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu." Lalu... tiba-tiba terjadilah gempa bumi. Tahukah Anda mengapa terjadi gempa bumi? Dengarkan baik-baik. Gempa bumi itu terjadi karena seorang malaikat Tuhan turun dari surga, datang menggulingkan batu penutup kubur, lalu duduk di atasnya. Itulah sebabnya terjadi gempa bumi. Kadang-kadang para malaikat memang menyebabkan gempa bumi. "Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Penjaga-penjaga itu pun gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati." Mereka benar-benar pingsan seketika. "Akan tetapi, malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu ..." Apa yang dikatakannya? "Jangan takut." Sekali lagi. Sepertinya setiap kali para malaikat memperkenalkan diri, mereka selalu memulai dengan kalimat itu. "Jangan takut. Ini hanya kami lagi. Semuanya terkendali." Lalu mereka berkata, "Dia tidak ada di sini. Dia sudah bangkit!" Saya sangat menyukai bagian itu. Kemudian malaikat itu berkata, "Mari, lihatlah tempat Ia berbaring." Jadi, apa yang dilakukan para malaikat pada saat kebangkitan? Mereka mengumumkannya. Mereka adalah para penyampai berita yang luar biasa. Mereka menerima sebuah pesan, lalu mereka menyampaikannya. Bahkan menurut Lukas 24, di dalam kubur itu ada dua orang yang berdiri dengan pakaian yang berkilau. Mereka berada tepat di dalam kubur yang kosong itu, menjaga dan menyaksikan tempat tersebut. Mereka mengumumkan bahwa Kristus telah bangkit.

Anda tahu, para malaikat tidak hadir di kayu salib. Ada satu kenyataan bahwa para malaikat tidak dapat benar-benar memahami penebusan secara pribadi karena mereka sendiri tidak mengalaminya. Malaikat-malaikat kudus tidak memerlukan penebusan karena mereka tetap kudus. Sebaliknya, malaikat-malaikat yang telah jatuh juga tidak memiliki kemungkinan untuk ditebus, karena mereka dahulu pernah kudus, tetapi kemudian meninggalkan kekudusan itu. Jadi, mereka sebenarnya tidak sungguh-sungguh memahami penebusan. Tapi menurut saya, ada sesuatu yang menarik dalam Kitab Wahyu. Di sana mereka tetap ikut menyanyikan nyanyian pujian. Artinya, sekalipun mereka tidak memahami sepenuhnya, mereka tetap dapat memuji Allah atas karya-Nya. Bukankah kita juga sering melakukan hal yang sama? Kita menghabiskan banyak waktu memuji Allah atas hal-hal yang tidak kita mengerti, bukan? Kalau kita bisa, mengapa mereka tidak bisa? Pernahkah Anda menyadari bahwa kita memuji Allah atas banyak hal yang sebenarnya tidak kita pahami, padahal para malaikat memahaminya dengan sangat jelas? Jadi, mengapa mereka tidak boleh memuji Allah atas hal-hal yang kita pahami melalui pengalaman, tetapi mereka sendiri tidak mengalaminya? Mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang salib. Dalam 1 Petrus 1:12 dikatakan, "Kepada mereka telah dinyatakan bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan orang-orang, yang oleh Roh Kudus yang diutus dari surga, menyampaikan berita Injil kepada kamu." Lalu dikatakan, "Hal-hal itulah yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat." Hal-hal apa? Injil. Para malaikat sangat ingin menyelidiki Injil agar mereka dapat memahaminya dengan lebih baik. Saya percaya bahwa dalam Wahyu pasal 5 mereka ikut bersama kita menyanyikan, "Layaklah Anak Domba." Walaupun mereka tidak mengalami penebusan, mereka tetap dapat memuji Allah atas karya penebusan itu.

Terakhir, berkaitan dengan Kristus, para malaikat juga akan hadir pada saat kedatangan-Nya yang kedua kali. Tidak perlu menjadi seorang ahli Alkitab untuk mengetahui hal itu. Lihat Kisah Para Rasul 1:11. Setelah Yesus naik ke surga, Dia telah pergi, dan para murid masih berdiri di bukit sambil menatap ke langit. Lalu "berdirilah dua orang yang berpakaian putih di dekat mereka." Kita tahu bahwa mereka adalah para malaikat. Mereka berkata pada ayat 11, "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali..." Bagaimana? "...dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga." Di sini para malaikat menubuatkan kedatangan Kristus yang kedua kali. Para malaikat mengumumkan bahwa Dia akan datang kembali. Tapi tahukah Anda sesuatu yang lain? Mereka bukan hanya mengumumkan kedatangan-Nya yang kedua, mereka juga akan menyertai-Nya pada saat itu. Matius 25:31 berkata, "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia..." Jadi, mereka bukan hanya menubuatkannya, tetapi juga akan mengambil bagian di dalamnya. Dalam Yudas ayat 14 juga dikatakan bahwa Dia akan datang bersama para malaikat-Nya. Mereka hadir pada saat kelahiran-Nya. Mereka hadir ketika Dia dicobai. Mereka menyertai Dia sepanjang hidup-Nya. Mereka siap menolong pada saat kematian-Nya, tetapi Dia tidak menghendaki mereka turun tangan. Mereka hadir pada saat kebangkitan-Nya. Mereka hadir pada saat kenaikan-Nya sambil memberitakan bahwa Dia akan datang kembali. Saat ini mereka sedang menyembah Dia, dan ketika Dia datang kembali nanti, mereka akan datang bersama-Nya. Saudara, para malaikat kudus ini adalah makhluk-makhluk yang sangat penting. Jadi, mereka melayani Allah dan mereka juga melayani Kristus.

Ketiga, dan saya baru akan mulai membahas bagian ini, saya ingin Anda melihat beberapa hal. Para malaikat juga melayani orang-orang percaya. Mereka melayani orang-orang percaya. Mungkin Anda bertanya, "John, bagaimana para malaikat melayani orang-orang percaya?" Caranya sangat banyak. Ibrani 1:14 berkata, "Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang akan mewarisi keselamatan?" Kita adalah orang-orang yang akan menerima keselamatan itu, dan para malaikat diutus untuk melayani kita. Tahukah Anda sesuatu yang menarik? Tahukah Anda bahwa para malaikat mengasihi Anda? Mungkin Anda bertanya, "Apa maksudnya? Bagaimana Anda tahu bahwa mereka mengasihi saya?" Baiklah, kalau kita mengambil prinsip dari Daniel 10:11 dan menerapkannya secara lebih luas, di sana malaikat berkata kepada Daniel, "Hai Daniel, engkau yang sangat dikasihi." Kalau seorang malaikat dapat mengasihi Daniel, satu-satunya alasan ia mengasihi Daniel adalah karena Allah mengasihi Daniel. Dan kalau kita dapat menyimpulkan bahwa para malaikat mengasihi apa yang Allah kasihi, berarti mereka juga mengasihi kita. Apa artinya? Artinya, pelayanan mereka kepada kita bukan dilakukan dengan terpaksa, tetapi dengan kasih. Mereka melayani orang-orang percaya yang mereka kasihi. Ketika saya memikirkan hal ini, saya merasa sangat bersyukur. Roh Kudus tinggal di dalam saya untuk melayani kebutuhan rohani saya, sementara para malaikat berada di sekitar saya untuk menjaga kebutuhan jasmani saya. Bukankah itu sesuatu yang luar biasa?

Mungkin Anda bertanya, "Bagaimana para malaikat melayani orang-orang Kristen?" Yang pertama, dan nanti saya akan menyebutkan beberapa hal lagi, adalah mereka memperhatikan kita. Mereka banyak mengamati kita. Ya, mereka benar-benar memperhatikan kita. Itu pasti menarik. Mereka terus mengawasi kita. Saya rasa tidak pernah ada saat di mana kita benar-benar berada di luar pengawasan para malaikat. Dalam 1 Korintus 4:9 dikatakan, "Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia." Paulus berkata bahwa para rasul menjadi tontonan bagi para malaikat. Mereka memperhatikan para rasul. Mungkin Anda berkata, "Bagaimana Anda tahu bahwa mereka juga memperhatikan seluruh jemaat? Bagaimana Anda tahu bahwa mereka mengawasi semua orang Kristen?" Efesus 3:10 memberikan jawabannya. "Supaya sekarang melalui jemaat diberitahukan berbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga." Sebutan "pemerintah-pemerintah" dan "penguasa-penguasa" di sini mengacu pada para malaikat. Mereka mengamati kita untuk melihat hikmat Allah dinyatakan. Mereka memandang ke bawah dan berkata, "Lihat apa yang Allah lakukan dalam kehidupan orang itu. Sungguh Allah itu berhikmat. Betapa luar biasanya hikmat-Nya." Lalu mereka berbalik memuji Dia. Para malaikat mengamati kehidupan kita untuk melihat bagaimana hikmat Allah dinyatakan, sehingga mereka dapat semakin menyembah dan memuliakan nama-Nya. Mereka mengawasi para rasul, dan mereka juga mengawasi seluruh jemaat.

Tahukah Anda siapa lagi yang mereka perhatikan? Secara khusus mereka juga memperhatikan para perempuan. Tahukah Anda itu? Mungkin Anda bertanya, "Dalam hal apa?" Menarik sekali. Dalam 1 Korintus 11:3—Anda pasti sudah menduga akan ada ayat Alkitab tentang hal ini, walaupun mungkin Anda berharap tidak ada—dikatakan, "Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah." Pasal ini berbicara tentang ketundukan dan penundukan diri. Sekarang lihat ayat 10: "Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya..." Nah, ini menarik sekali. "...oleh karena para malaikat." Maksudnya apa? Para malaikat sedang memperhatikan. Kita akan mempelajari pasal ini beberapa minggu lagi. Saya sendiri berdoa semoga pengangkatan terjadi lebih dulu. Bagaimanapun juga, ini memang pasal yang cukup sulit. Yang dikatakan di sini pada dasarnya adalah bahwa para istri harus hidup dalam ketundukan kepada suami mereka, karena para malaikat memperhatikan hal itu. Mungkin Anda bertanya, "Kalau para malaikat memperhatikan, apa yang sebenarnya mereka cari?" Mereka ingin melihat apakah Anda hidup dalam sikap tunduk. "Lalu bagaimana kalau saya tidak tunduk?" Mungkin Tuhan akan memberi mereka sebuah pesan untuk disampaikan kepada Anda. "Pesannya akan seperti apa?" Saya tidak tahu. Hanya Anda sendiri yang bisa mengetahuinya ketika itu terjadi.

Kalau para perempuan mulai merasa kurang nyaman mendengarnya, izinkan saya memberi tahu satu hal lagi. Tahukah Anda siapa lagi yang secara khusus diperhatikan oleh para malaikat? Mereka juga memperhatikan pengkhotbah. Mereka memperhatikan saya. Terus terang, kadang-kadang saya tidak terlalu keberatan dengan itu. Paulus berkata kepada Timotius, yang juga seorang pengkhotbah, dalam 1 Timotius 5:21, "Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: Perhatikanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak." Lalu Paulus melanjutkan dengan berbagai petunjuk tentang bagaimana seorang pelayan Tuhan harus menjalankan pelayanannya. Ia berkata, "Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang." Kemudian, "Minumlah sedikit anggur demi kesehatan perutmu," dan seterusnya. Ia juga berbicara tentang para penatua yang memimpin dengan baik, tentang tidak memberangus lembu yang sedang mengirik gandum—artinya jemaat harus memperhatikan kebutuhan para pelayan Tuhan—tentang tidak sembarangan menerima tuduhan terhadap seorang penatua, dan berbagai petunjuk pelayanan lainnya. Setelah semua itu, Paulus seolah berkata, "Kamu harus hidup dengan benar, karena semua ini dilakukan di hadapan Tuhan Yesus Kristus dan para malaikat pilihan yang sedang mengawasi semuanya." Jadi, para malaikat pilihan juga memperhatikan saya. Mungkin Anda bertanya, "Kalau Anda tidak hidup sesuai dengan itu, bagaimana?" Mungkin mereka juga akan datang membawa sebuah pesan untuk saya.

Tahukah Anda satu hal lagi yang Alkitab ajarkan tentang apa yang dilakukan para malaikat pilihan? Mereka akan menjadi saksi pada saat orang-orang percaya menerima upah mereka. Ketika tiba waktunya Tuhan memberikan upah kepada kita, tampaknya para malaikat akan hadir menyaksikan semuanya. Jadi, sekarang mereka sedang memperhatikan kita. Dahulu mereka memperhatikan para rasul. Saat ini mereka mengawasi jemaat untuk melihat hikmat Allah dinyatakan. Mereka memperhatikan apakah para istri hidup dalam ketundukan kepada suami mereka. Mereka mengawasi para pengkhotbah. Dan di masa depan mereka akan menyaksikan saat orang-orang percaya menerima upahnya. Mereka benar-benar sibuk mengamati kehidupan kita. Lalu, sebagai tanggapan atas apa yang mereka lihat, mereka bertindak demi kepentingan kita. Berdasarkan apa yang mereka ketahui, mereka mengambil tindakan. Mungkin Anda bertanya, "Apa yang mereka lakukan?" Pertama-tama, menurut saya ini penting, mereka menyatakan kebenaran. Tahukah Anda bahwa sebagian besar Kitab Daniel dan sebagian besar Kitab Wahyu disampaikan melalui para malaikat? Mereka bukan penulisnya. Allah adalah sumbernya. Roh Kuduslah yang mengilhamkannya. Tapi para malaikat adalah utusan yang menyampaikannya. Jadi, para malaikat menyampaikan firman Allah kepada kita. Tapi saya harus segera menambahkan satu hal supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Satu-satunya berita yang kita tahu pernah disampaikan oleh para malaikat adalah firman yang ada di dalam Kitab Suci ini. Jadi, kalau ada seseorang berkata, "Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang malaikat, lalu dia memberikan pesan baru kepada saya," berhati-hatilah. Para malaikat hanya menyampaikan firman Allah yang sudah diberikan ini. Jadi, para malaikat mengawasi, dan para malaikat juga menyampaikan penyataan Allah.

Ketiga, dan ini sangat indah, dalam kehidupan orang percaya para malaikat juga membimbing. Menurut saya, bimbingan mereka sering kali bersifat sangat nyata, bukan seperti pimpinan Roh Kudus yang bekerja di dalam hati. Saya membayangkannya seperti mereka benar-benar menarik telinga kita dan mengarahkan kita ke jalan yang harus kita tempuh, kalau memang itu diperlukan. Sebagai contoh, Filipus sedang mengadakan sebuah kebaktian yang sangat besar. Tempat itu penuh sesak. Banyak orang berkumpul di Samaria, dan Filipus terus memberitakan Injil. Hal-hal yang luar biasa sedang terjadi. Ada konfrontasi dengan Simon, si tukang sihir. Filipus terus berkhotbah, menyerukan pertobatan, dan segala sesuatunya berjalan dengan sangat baik. Tiba-tiba, di tengah pelayanan itu, Kisah Para Rasul 8:26 berkata, "Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, ‘Bangkitlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.’ Jalan itu jalan yang sunyi."

Bayangkan. Malaikat itu datang dan berkata, "Kebaktian yang sedang kamu pimpin itu, hentikan saja. Saya tahu banyak orang hadir dan banyak hal sedang terjadi. Tapi Allah ingin kamu pergi ke Gaza." Kalau saya yang mendengarnya, mungkin reaksi saya adalah, "Gaza? Bukankah itu daerah yang sepi?" "Betul, itu yang baru saja kukatakan. Tempat itu memang sepi." "Lalu kenapa saya harus pergi ke sana?" Ayat itu tidak menjelaskan alasannya. Hanya mengatakan, "Pergilah." Yang luar biasa adalah sikap Filipus. Ayat 27 berkata, "Lalu Filipus bangkit dan berangkat." Bagaimana dia sampai ke sana? Menarik sekali. Tampaknya kali ini dia hanya berjalan pergi begitu saja. Sesampainya di sana, ada seorang Etiopia, seorang sida-sida yang mempunyai kedudukan tinggi. Seolah-olah dia sedang duduk di sana sambil melihat jam mataharinya dan berpikir, "Aku belum benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi." Lalu Filipus bertemu dengannya, berbincang-bincang dengannya, dan akhirnya menuntunnya kepada Kristus. Bukankah itu luar biasa? Seorang malaikat benar-benar membimbing Filipus menuju tempat pelayanan yang telah Tuhan siapkan baginya.

Dalam Kisah Para Rasul pasal 10 ada kisah yang menarik tentang seorang bernama Kornelius, seorang yang saleh. Ayat 3 berkata, “Seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya, ‘Kornelius!’” Tentu saja, ketika Kornelius melihat malaikat itu, ia menjadi takut lalu bertanya, "Ada apa, Tuhan?" Malaikat itu berkata, "Allah telah mendengar doa-doamu, dan Dia ingin engkau bertemu dengan seorang yang bernama Petrus." Lalu malaikat itu memberikan seluruh petunjuk kepadanya, membimbingnya, dan memberitahukan dengan jelas apa yang harus dilakukannya. Kemudian dalam Kisah Para Rasul pasal 11, peristiwa yang sama kembali diceritakan. Ayat 13 berkata, “Ia menceritakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: ‘Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang olehnya kamu dan seisi rumahmu akan diselamatkan.’” Jadi, sekali lagi para malaikat dipakai untuk membimbing. Tapi dalam kedua peristiwa itu, penyampaian Injil secara lengkap tetap dilakukan melalui manusia yang dipimpin oleh Roh Kudus, baik dalam kasus Filipus maupun dalam kasus Kornelius. Jadi, para malaikat adalah pembimbing bagi orang-orang percaya.

Sekarang dengarkan. Sebagian dari proses membimbing itu juga mencakup disiplin. Ketika Tuhan membimbing kita, kadang-kadang Dia harus mendisiplinkan kita supaya kita kembali ke jalan yang benar. Mari kita lihat 2 Samuel pasal 24. “Murka TUHAN menyala-nyala lagi terhadap orang Israel. Ia mempengaruhi Daud melawan mereka, firman-Nya: ‘Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.’” Di sinilah letak dosa besar Daud. Ia ingin mengetahui seberapa kuat pasukannya. Ia tidak lagi bergantung kepada Allah, tetapi kepada jumlah tentaranya sendiri. Karena itu ia menghitung mereka. Ayat 10 berkata, “Tetapi, gundahlah hati Daud setelah ia menghitung rakyat. Kata Daud kepada TUHAN: ‘Aku sangat berdosa karena telah melakukan hal ini. Sekarang, ya TUHAN, singkirkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab aku telah bertindak sangat bodoh.’” Daud lebih mengandalkan kekuatan militernya sendiri daripada Allah.

Ayat 13 berkata, “Lalu Gad datang kepada Daud dan memberitahukan kepadanya dengan berkata: ‘Apakah tujuh tahun kelaparan akan menimpa engkau di negerimu, atau tiga bulan engkau melarikan diri dari hadapan lawanmu yang mengejarmu, atau, tiga hari sampar di negerimu?’” Jadi Daud diberi tiga pilihan. Tujuh tahun kelaparan, tiga bulan dikejar-kejar musuh, atau tiga hari penyakit sampar. Kalau Anda yang memilih, mana yang akan dipilih? Saya rasa saya juga akan memilih yang paling singkat. Lalu Daud berkata, "Aku sangat terjepit. Aku tidak mau jatuh ke dalam tangan manusia. Lebih baik aku jatuh ke dalam tangan TUHAN." Maka TUHAN mendatangkan penyakit sampar ke atas Israel sejak pagi sampai waktu yang telah ditetapkan, dan dari Dan sampai Bersyeba mati tujuh puluh ribu orang. Saya bahkan tidak tahu berapa banyak perempuan dan anak-anak yang juga menjadi korban. Sekarang perhatikan bagaimana semuanya terjadi. “Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke arah Yerusalem untuk memusnahkannya, TUHAN menyesal atas malapetaka itu. Lalu Ia berfirman kepada malaikat yang sedang memusnahkan bangsa itu: ‘Cukup sudah! Turunkan tanganmu.’” Jadi, Allah memakai seorang malaikat untuk mengambil nyawa banyak orang sebagai bentuk disiplin terhadap hamba-Nya, Daud.

Jadi, para malaikat mengawasi, para malaikat menyatakan firman Allah, dan para malaikat membimbing. Sekarang saya ingin menyampaikan satu hal lagi, lalu kita akan melanjutkannya pada pertemuan berikutnya. Para malaikat juga menyediakan kebutuhan. Mereka menyediakan kebutuhan dalam arti yang nyata dan jasmani. Dalam Kejadian pasal 21, Hagar membutuhkan makanan, dan para malaikat menyediakannya. Ada bagian yang sangat indah, dan karena kita sudah pernah membahasnya, kita tidak akan mengulanginya lagi. Tapi dalam Mazmur 78 kita membaca tentang bagaimana para malaikat menyediakan kebutuhan bangsa Israel. Ayat 23 berkata, "Ia pun memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit." Ini berbicara tentang perjalanan bangsa Israel di padang gurun. "Ia menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit; setiap orang telah makan roti malaikat." Anda tentu tahu bahwa itulah makanan yang mereka makan di padang gurun. Orang sering bertanya, "Sebenarnya manna itu apa?" Ya, bisa dibilang itu adalah "kue makanan malaikat." Itulah makanan para malaikat. Menarik juga, bukan? Sekali lagi kita melihat bahwa para malaikat menjadi alat yang dipakai Allah untuk menyediakan makanan jasmani.

Saya sangat menyukai kisah ini. Saya juga sangat menyukai tokoh ini, yaitu Elia. Dalam 1 Raja-Raja pasal 19 ayat 5 dikatakan, "Ia lalu berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu." Kasihan Elia. Baru saja ia mengalahkan semua nabi Baal, tetapi begitu mendengar ada seorang perempuan yang hendak membunuhnya, ia langsung panik. Ia melarikan diri meninggalkan kota. Padahal Allah tidak pernah bermaksud agar seorang nabi yang sudah lanjut usia harus berlari seperti itu. Akhirnya tenaganya benar-benar habis. Ia berhenti di bawah sebuah pohon lalu berkata, "Tuhan, ambillah nyawaku. Aku ingin mati saja. Rasanya lebih baik mati." Pada ayat 4 ia berkata, "Cukuplah sudah! Aku tidak sanggup lagi." Kemudian ia berbaring dan tertidur di bawah pohon itu. Memang ia perlu tidur, karena usianya sudah tidak muda lagi untuk berlari sejauh itu. Sementara ia sedang tidur, "seorang malaikat menyentuh dia serta berkata, 'Bangunlah, makanlah.'" Bisa dibilang malaikat itu berkata, "Sudah waktunya makan siang." Lalu Elia melihat, dan ternyata di dekat kepalanya ada roti yang dibakar di atas batu panas serta sebuah kendi berisi air. Ia makan dan minum, lalu berbaring lagi. Kemudian Malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya, menyentuh dia dan berkata, "Bangunlah dan makan lagi, sebab perjalanan yang akan kaulalui masih sangat jauh." Maka Elia bangun, makan dan minum. Dengan kekuatan dari makanan itu ia sanggup berjalan selama empat puluh hari empat puluh malam. Sungguh makanan yang luar biasa. Di sana Elia yang sudah kelelahan itu disentuh oleh malaikat Allah, lalu Allah melalui malaikat-Nya memberikan semua yang ia perlukan.

Saudara, para malaikat mengawasi kita. Di masa lalu mereka telah menyampaikan kebenaran Allah. Mereka membimbing kita, bahkan jika diperlukan mereka dapat melaksanakan tindakan disiplin. Dan ketika Allah mengutus mereka untuk memenuhi kebutuhan kita, mereka menyediakan apa yang kita perlukan. Tapi itu baru permulaannya. Datanglah kembali pada pertemuan berikutnya, dan kita akan melihat apa lagi yang mereka lakukan. Mari kita berdoa.

Bapa kami, kami menyadari bahwa tidak semua orang menikmati pelayanan para malaikat. Hanya mereka yang mengenal dan mengasihi Anak-Mu, yang mengenal dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus, yang saat ini mengalami pelayanan para malaikat. Masih ada banyak orang di dunia yang suatu hari nanti akan melihat para malaikat, bukan sebagai pelayan, melainkan ketika mereka datang membawa penghakiman untuk melaksanakan perintah Allah, Penguasa alam semesta. Kami tahu bahwa Yesus Kristus akan datang kembali dalam api yang menyala-nyala bersama para malaikat-Nya. Kami tahu bahwa Rasul Paulus berkata, ketika Tuhan Yesus dinyatakan dari surga bersama para malaikat-Nya yang penuh kuasa, dalam api yang bernyala, Dia akan menjatuhkan hukuman kepada mereka yang tidak mengenal Allah dan tidak menaati Injil Tuhan kita Yesus Kristus. Mereka akan menerima hukuman kebinasaan yang kekal, terpisah dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kuasa-Nya. Bapa, kami sungguh bersyukur karena kami tidak perlu menghadapi para malaikat sebagai pelaksana hukuman. Sebaliknya, mereka mengawasi kehidupan kami, memelihara kami, dan mengasihi kami, karena Engkau telah mengutus mereka untuk melayani mereka yang menjadi ahli waris keselamatan.

Engkau telah menempatkan Roh Kudus-Mu di dalam kami untuk memimpin kami dari dalam, dan Engkau juga mengutus para malaikat-Mu untuk menuntun dan menjaga kami dalam kehidupan ini. Karena itu, saya berdoa bagi setiap orang yang Engkau kasihi dan yang untuknya Engkau telah mati, yang hadir di tempat ini malam ini, tetapi belum pernah mengalami pelayanan-Mu dalam hidup mereka, belum mengenal pelayanan Roh Kudus-Mu maupun pelayanan para malaikat-Mu. Jangan biarkan mereka menghadapi hari yang mengerikan itu ketika para malaikat datang sebagai pelaksana hukuman. Kiranya hal itu tidak terjadi. Kami bersyukur karena melalui pribadi Yesus Kristus, Engkau telah menyediakan pengorbanan di kayu salib. Engkau telah menanggung dosa kami. Karena itulah, melalui iman kepada Pribadi-Nya dan kepada karya-Nya, kami menerima berkat yang kekal. Tuhan, malam ini saya berdoa, jika ada seorang pun di tengah-tengah kami yang belum pernah menerima Yesus Kristus dan belum pernah mengalami bagaimana seluruh bala tentara makhluk rohani ini melayani orang yang percaya kepada-Mu, kiranya malam ini menjadi saat di mana mereka menaruh iman kepada Yesus Kristus, sehingga mereka juga boleh mengalami semua itu. Kami berdoa di dalam nama-Nya. Amin.

SELESAI

This sermon series includes the following messages:

Please contact the publisher to obtain copies of this resource.

Publisher Information
Unleashing God’s Truth, One Verse at a Time
Since 1969

Welcome!

Enter your email address and we will send you instructions on how to reset your password.

Back to Log In

Unleashing God’s Truth, One Verse at a Time
Since 1969
Minimize
View Wishlist

Cart

Cart is empty.

Subject to Import Tax

Please be aware that these items are sent out from our office in the UK. Since the UK is now no longer a member of the EU, you may be charged an import tax on this item by the customs authorities in your country of residence, which is beyond our control.

Because we don’t want you to incur expenditure for which you are not prepared, could you please confirm whether you are willing to pay this charge, if necessary?

ECFA Accredited
Unleashing God’s Truth, One Verse at a Time
Since 1969
Back to Cart

Checkout as:

Not ? Log out

Log in to speed up the checkout process.

Unleashing God’s Truth, One Verse at a Time
Since 1969
Minimize